Basarnas Evakuasi Korban Terjepit di Gerbong Perempuan KRL, 6-7 Terluka

Anggota Basarnas tengah melakukan operasi pemotongan pada rangkaian kereta yang terlibat dalam kecelakaan tragis di Stasiun Bekasi Timur. Insiden ini melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek, yang menambah kesedihan di hari yang seharusnya normal.
“Tim kami melakukan pemotongan pada bagian luar kereta,” ungkap Ramli Prasetio, Humas Basarnas Jakarta, pada Selasa, 28 April 2026.
Langkah pemotongan kereta ini bukan tanpa alasan. Hal ini dilakukan untuk mengatasi situasi darurat di mana terdapat korban yang terjepit. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan, mengingat gerbong yang ditabrak adalah gerbong khusus wanita.
“Tujuan dari pemotongan ini adalah untuk memfasilitasi proses evakuasi bagi korban yang terperangkap,” jelasnya.
Di sisi lain, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Asep Edi Suheri, menyebutkan bahwa berdasarkan pemeriksaan di lokasi kejadian pada malam sebelumnya, jumlah korban terjepit diperkirakan lebih dari lima orang.
“Jumlahnya sekitar enam hingga tujuh orang,” ujar Kapolda Metro.
Sebelumnya, perjalanan kereta api di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, mengalami gangguan akibat insiden yang terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengonfirmasi bahwa proses evakuasi masih berlangsung.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 20.52 WIB di KM 28+920, melibatkan rangkaian PLB 5568A (CL KPB–CKR) yang tertabrak oleh PLB 4B atau KA Argo Bromo Anggrek dari relasi Gambir menuju Surabaya Pasar Turi.
Akibat kecelakaan ini, operasional perjalanan kereta di lintasan tersebut mengalami gangguan yang cukup signifikan.
Franoto Wibowo, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang timbul akibat insiden ini.
“Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian sedang melakukan proses evakuasi rangkaian kereta dan penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berkomitmen untuk mengembalikan operasional perjalanan kereta api ke kondisi normal secepat mungkin,” kata Franoto.
➡️ Baca Juga: Pola Aktivitas Efektif untuk Menenangkan Pikiran dan Mengurangi Rasa Panik
➡️ Baca Juga: Arab Saudi Tegaskan Tindakan Balasan Jika Iran Serang Riyadh dan Infrastruktur Energinya




