BRI Umumkan Dividen Final Rp 31,47 Triliun untuk Tahun Buku 2025, Simak Tanggalnya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau lebih dikenal sebagai BRI, telah mengumumkan rencana untuk mendistribusikan dividen final untuk tahun buku 2025 dengan total sebesar Rp 31,47 triliun, equalling Rp 209 per saham. Penjadwalan cum date untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 20 April 2026.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa keputusan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham. Hal ini didukung oleh kinerja keuangan yang kuat serta pengelolaan risiko yang efektif.
“Pembagian dividen ini berlandaskan pada kinerja positif perusahaan, didorong oleh pertumbuhan yang signifikan di segmen UMKM, yang merupakan inti bisnis BRI, serta percepatan transformasi digital yang memperluas akses layanan dan meningkatkan efisiensi operasional,” jelas Hery dalam keterangan resmi yang dirilis pada Rabu, 15 April 2026.
Penentuan dividen ini didasarkan pada laporan keuangan konsolidasi yang menunjukkan laba bersih perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 57,132 triliun, di mana laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 56,65 triliun.
Perusahaan juga menjelaskan bahwa keputusan mengenai dividen final ini telah mempertimbangkan aturan hukum yang berlaku serta Anggaran Dasar Perusahaan. Hery menambahkan bahwa pembagian dividen tidak hanya mencerminkan kinerja perusahaan yang solid, tetapi juga menegaskan fundamental bisnis BRI yang berkelanjutan dan kuat.
“Sebagai bagian dari Danantara, pembagian dividen ini juga menunjukkan kontribusi nyata BRI dalam mendukung pembangunan nasional. Ini sejalan dengan peran BRI untuk memperkuat pembiayaan UMKM dan mendorong transformasi ekonomi yang berfokus pada inklusi keuangan,” ujarnya.
Berikut adalah jadwal lengkap terkait pembagian dividen tunai BRI untuk tahun buku 2025.
Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) dijadwalkan sebagai berikut:
– Pasar reguler dan negosiasi: 20 April 2026
– Pasar tunai: 22 April 2026
Selanjutnya, untuk awal perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen), jadwalnya adalah:
– Pasar reguler dan negosiasi: 21 April 2026
– Pasar tunai: 23 April 2026
Tanggal penentuan pemegang saham yang berhak atas dividen (recording date) ditetapkan pada 22 April 2026.
Pembayaran dividen akan dilakukan pada tanggal 8 Mei 2026.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Jumat, 10 April, BRI sebelumnya telah menetapkan total dividen sebesar Rp 52,1 triliun, atau Rp 346 per saham. Angka tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp 20,6 triliun, setara dengan Rp 137 per saham, yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada 15 Januari 2026.
➡️ Baca Juga: Kemenkes Imbau Masyarakat Waspadai Kebijakan Ekspor
➡️ Baca Juga: Rupiah Menguat! Menkeu Sri Mulyani: Gejolak Pasar Keuangan Global Relatif Lebih Reda




