Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Terima Santunan Rp50 Juta dari Jasa Raharja

PT Jasa Raharja menjamin bahwa semua korban, baik yang mengalami luka maupun yang meninggal akibat kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026, akan menerima hak santunan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, saat ia mengunjungi para korban yang terluka di Rumah Sakit Primaya Bekasi pada Selasa, 28 April 2026.
Awaluddin menegaskan bahwa pihaknya segera mengambil langkah-langkah setelah insiden terjadi, melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI), kepolisian, dan rumah sakit setempat.
“Alhamdulillah, semua korban telah mendapatkan penanganan yang baik. Dari pihak Jasa Raharja, kami memastikan bahwa semua korban menerima hak-hak jaminan akibat kecelakaan ini,” ungkap Awaluddin.
Ia menambahkan bahwa setiap korban akan mendapat santunan dari Jasa Raharja sesuai dengan ketentuan yang ada. Besaran santunan yang akan diberikan adalah Rp20 juta untuk korban yang mengalami luka-luka, sedangkan keluarga dari korban yang meninggal dunia akan menerima santunan sebesar Rp50 juta.
Selain itu, Awaluddin juga menginformasikan bahwa para korban, baik yang terluka maupun yang meninggal, akan mendapatkan tambahan santunan dari PT Asuransi Jasaraharja Putera, yang merupakan anak perusahaan Jasa Raharja. Kerja sama ini mencakup asuransi kecelakaan penumpang kereta api, dengan nilai santunan mencapai Rp30 juta untuk korban luka-luka dan Rp40 juta untuk ahli waris korban yang meninggal dunia.
“Untuk korban yang meninggal, kami pastikan bahwa setelah proses administrasi selesai dalam waktu 2×24 jam, nilai santunan tersebut akan diserahkan kepada keluarga korban. Sementara itu, korban yang terluka akan ditangani oleh pihak rumah sakit, dan santunan akan diberikan sesuai dengan plafon yang telah ditentukan,” jelasnya.
Hingga saat ini, jumlah korban yang meninggal akibat kecelakaan yang melibatkan kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada malam Senin, terus bertambah menjadi 14 orang.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 individu kehilangan nyawa. Sementara itu, sebanyak 84 orang lainnya yang mengalami luka-luka telah menerima perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan. PT KAI menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada para korban yang meninggal serta keluarga yang ditinggalkan, serta kepada mereka yang saat ini tengah mendapatkan perawatan medis.
➡️ Baca Juga: Prosesi Penyerahan Jenazah Try Sutrisno oleh Keluarga kepada Negara
➡️ Baca Juga: Ikan Sapu-sapu Kuasai Perairan Jakarta dengan Populasi Mencapai 60 Persen




