Iran Siap Menindak Tegas Benjamin Netanyahu dengan Tindakan yang Berani dan Definitif

Iran telah menyatakan bahwa mereka akan mengambil tindakan tegas terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan ancaman serius untuk mengejar dan membunuhnya. Hal ini diungkapkan sebagai respon atas tuduhan bahwa Netanyahu terlibat dalam pembunuhan anak-anak Iran selama serangan yang menargetkan sebuah sekolah khusus untuk perempuan.
Pasukan Pengawal Revolusi Iran merilis pernyataan yang menegaskan, “Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan menghukumnya dengan segala kekuatan yang kami miliki.” Pernyataan ini disampaikan pada hari Senin, 16 Maret 2026, dan menunjukkan komitmen Iran terhadap tindakan balasan.
Pernyataan tersebut juga muncul di tengah spekulasi publik tentang keberadaan Netanyahu, yang tampak menghilang dari publik selama beberapa hari terakhir. Media sosial dipenuhi dengan pertanyaan mengenai di mana ia berada dan apa yang sebenarnya terjadi.
Beberapa pengguna media sosial mengangkat isu mengenai sebuah video yang diunggah Netanyahu pada 12 Maret. Dalam video tersebut, tampak seolah-olah ia memiliki enam jari di salah satu tangan, menimbulkan dugaan bahwa video itu telah dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dalam video tersebut, Netanyahu, yang kini berusia 76 tahun, memberikan konferensi pers pertamanya setelah serangan udara yang dilakukan oleh AS dan Israel ke Iran yang dimulai pada 28 Februari. Ia juga menyampaikan ancaman terselubung kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, sambil membela operasi militer Israel.
“Saya tidak akan merinci langkah-langkah yang kami ambil. Kami sedang menciptakan kondisi yang optimal untuk menggulingkan rezim, tetapi saya tidak bisa memastikan bahwa rakyat Iran akan melakukannya dari dalam,” ungkap Netanyahu dalam bahasa Ibrani.
Salah satu komentator politik konservatif di Amerika Serikat, Candace Owens, turut mempertanyakan kehadiran Netanyahu, yang akrab disapa Bibi.
“Mengapa kantornya merilis dan kemudian menghapus video palsu menggunakan AI, dan mengapa terjadi kepanikan di Gedung Putih?” tulisnya di platform X pada hari Sabtu.
Kantor Netanyahu dengan tegas membantah rumor yang menyatakan bahwa ia telah meninggal dunia.
Akhir pekan lalu, pihak Kantor Perdana Menteri membantah semua laporan yang menyebutkan kematian Netanyahu, menegaskan bahwa ia dalam keadaan baik-baik saja.
“Ini adalah berita palsu. Perdana Menteri baik-baik saja,” kata pernyataan resmi dari kantornya kepada Anadolu Agency dari Turki, merespons klaim yang beredar di media sosial mengenai kematian Netanyahu.
Pada malam Minggu, Netanyahu juga mengunggah video yang memperlihatkan dirinya sedang memesan kopi di sebuah kafe, sambil bercanda merespons rumor tentang kematiannya, menegaskan bahwa ia masih aktif dan sehat.
➡️ Baca Juga: Vidi Aldiano Telah Meninggal Dunia, Berita Duka yang Mengguncang Publik
➡️ Baca Juga: Google Gemini di Pixel 9 vs Galaxy AI di S24 ultra mana yang lebih jago debat gue




