Rekan Setim Jay Idzes dan Striker Timnas Australia Terbukti Positif Narkotika

Kabar mengejutkan datang dari Sassuolo, di mana salah satu rekan setim Jay Idzes, Cristian Volpato, kini tengah menjadi sorotan publik.
Volpato, yang berusia 22 tahun dan merupakan pemain Timnas Australia, telah dinyatakan positif menggunakan kokain dalam tes saliva yang dilakukan oleh pihak kepolisian New South Wales. Akibat hasil tes tersebut, ia dikenakan denda.
Peristiwa ini bermula pada 24 Juli 2026, saat Volpato dihentikan oleh polisi di Anzac Bridge, Sydney. Pada saat itu, ia tertangkap tangan mengemudikan mobil dengan kecepatan 109 km/jam di area yang hanya mengizinkan kecepatan maksimum 60 km/jam.
Polisi melakukan pemeriksaan awal di lokasi dan hasilnya menunjukkan adanya kandungan kokain dalam cairan mulutnya.
Meskipun hasil tes menunjukkan positif, Volpato membantah telah menggunakan kokain. Ia kemudian menjalani tes independen di sebuah klinik swasta, yang menunjukkan hasil negatif.
Namun, masalah belum berakhir bagi Volpato. Pihak kepolisian New South Wales kemudian meminta agar ia menjalani tes saliva kedua.
Sayangnya, hasil pemeriksaan kedua kembali menunjukkan hasil positif untuk kokain.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 1 September 2026, Kepolisian New South Wales mengonfirmasi, “Seorang pria berusia 22 tahun dikenakan Surat Tilang karena mengemudikan kendaraan bermotor dan terdapat kandungan obat terlarang dalam cairan mulutnya.”
Meskipun demikian, Volpato tidak akan menghadapi tuntutan hukum lebih lanjut. Ia hanya dikenakan denda sebesar 722 dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp12,6 juta, akibat hasil positif tersebut.
Volpato tetap bersikukuh bahwa ia tidak bersalah terkait dengan hasil tes yang menunjukkan positif tersebut.
Setelah kembali ke Italia, klubnya Sassuolo juga melakukan pemeriksaan terhadap Volpato, dan hasil tes yang dilakukan oleh klub menunjukkan hasil negatif.
Situasi ini membuat kasus Volpato terus menjadi perhatian dari Federasi Sepak Bola Australia.
Federasi mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima informasi terkait hasil tes kedua yang dilakukan terhadap pemain kelahiran Australia tersebut dan sedang berupaya untuk melakukan verifikasi secara independen.
“Federasi Sepak Bola Australia telah menerima informasi mengenai hasil tes cairan mulut kedua yang dilaporkan terkait salah satu pemain kami. Kami sedang melakukan verifikasi independen,” demikian pernyataan dari Football Australia.
“Masalah ini sedang ditangani sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan oleh Federasi Sepak Bola Australia. Untuk menjaga integritas proses ini dan memastikan keadilan prosedural, kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut.”
➡️ Baca Juga: Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Terkait Pemilu 2024
➡️ Baca Juga: Iran Menantang Trump untuk Mengirim Kapal ke Teluk Persia, Tanggapan yang Menarik perhatian Dunia




