Mojtaba Khamenei: Persatuan Warga Iran Berikan Pukulan Telak kepada Musuh Negara

Di tengah ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, pemimpin tertinggi Revolusi Islam Iran yang baru, menyampaikan pesan yang penting bagi masyarakat Iran.
Dalam pernyataannya yang dirilis beberapa jam lalu, Khamenei memberikan pujian kepada persatuan rakyat Iran. Ia menegaskan bahwa soliditas masyarakat telah memberikan dampak yang signifikan terhadap musuh-musuh negara. Ia juga menyerukan agar semua pihak berkontribusi secara nyata dalam memperkuat persatuan nasional sebagai bentuk rasa syukur.
“Berkat kesatuan yang luar biasa di antara warga, telah terjadi keretakan di pihak lawan,” ungkap Khamenei dalam pesan yang dibagikan di platform X, sebagaimana yang dilaporkan oleh presstv.ir pada Jumat, 24 April 2026.
Khamenei menekankan bahwa solidaritas yang tak tertandingi ini telah mengacaukan strategi pihak-pihak yang berusaha untuk melemahkan Iran.
Sebagai pemimpin tertinggi, ia juga mengingatkan betapa pentingnya untuk menunjukkan rasa syukur atas anugerah dari Tuhan melalui tindakan nyata. Khamenei percaya bahwa langkah-langkah konkret akan semakin memperkuat persatuan nasional, sekaligus membuat musuh-musuh Iran semakin lemah dan tidak berdaya.
Ia juga menyoroti adanya perang psikologis yang terus dilancarkan oleh lawan-lawan Iran. Ditegaskannya bahwa operasi media yang dilakukan musuh bertujuan untuk mengganggu pikiran dan kondisi psikologis masyarakat, dengan harapan dapat merusak persatuan dan keamanan nasional.
“Kita tidak boleh membiarkan kelengahan memberi peluang bagi mereka untuk mencapai tujuan jahat mereka,” tegasnya.
Pesan Khamenei disampaikan dalam konteks yang krusial, ketika Republik Islam Iran tetap bertahan menghadapi berbagai tantangan, termasuk sanksi, ancaman, serta kampanye propaganda yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Israel, dan sekutu-sekutunya.
Persatuan yang muncul dari keyakinan mendalam dan semangat revolusi rakyat Iran ini telah berulang kali menjadi perisai yang kuat, bahkan mampu mengubah setiap ancaman menjadi peluang untuk kemajuan yang lebih besar.
Setelah lebih dari lima pekan terjadinya konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel, gencatan senjata resmi diberlakukan pada pekan kedua bulan April. Setelah kesepakatan gencatan senjata tersebut, kedua negara mengadakan perundingan damai di Islamabad, Pakistan.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Menghindari Burnout Saat Menjalani Freelance dan Side Hustle secara Seimbang
➡️ Baca Juga: Kasatgas Tito Memimpin Tinjauan Huntara di Kabupaten Pidie Jaya Bersama Mensos dan Wagub Aceh




