Grup Chat Viral Mahasiswa FH UI Sejak Maba, Simak Isi Percakapan Menariknya

Kasus yang melibatkan dugaan percakapan mengenai pelecehan seksual di kalangan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) kini menarik perhatian banyak pihak. Terbaru, terungkap bahwa grup chat yang menjadi sorotan publik ini telah ada sejak para anggotanya berstatus mahasiswa baru (maba) dan awalnya tidak berhubungan dengan isu sensitif yang kini viral.
Salah satu anggota grup yang terduga mengungkapkan informasi tersebut dalam sebuah forum diskusi yang ditayangkan secara langsung di platform TikTok.
Dalam forum itu, ia menjawab sejumlah pertanyaan dari mahasiswa lainnya terkait latar belakang grup dan dinamika percakapan yang terjadi di dalamnya, khususnya yang berkaitan dengan topik perempuan.
Ketika ditanyakan mengenai siapa yang pertama kali mengangkat tema pembicaraan tentang perempuan dalam grup tersebut, ia menyatakan tidak tahu pasti. Menurutnya, tema tersebut muncul secara spontan tanpa diketahui siapa yang memulainya.
“Saya tidak tahu siapa yang memulai. Dalam grup ini, diskusi mengenai perempuan tiba-tiba muncul. Saya tidak bisa menunjuk secara pasti dari siapa itu bermula,” ujarnya pada Rabu, 15 April 2026.
Pernyataan tersebut memicu reaksi kekecewaan di kalangan peserta forum. Beberapa mahasiswa bahkan menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap jawaban yang dianggap tidak memberikan kejelasan mengenai akar permasalahan yang ada.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa grup tersebut awalnya dibentuk dengan tujuan yang sederhana dan praktis. Grup ini didirikan oleh sekitar 10 mahasiswa yang tinggal di kos yang sama pada awal masa perkuliahan.
“Grup ini dibentuk sejak kami masih maba oleh 10 orang yang tinggal di kos yang sama. Tujuan utamanya adalah untuk memudahkan pengelolaan pembayaran dan hal-hal praktis lainnya. Itu saja fungsinya,” tambahnya.
Seiring berjalannya waktu, jumlah anggota grup tersebut bertambah. Ia sendiri baru bergabung saat memasuki semester empat karena tinggal di kos yang sama dan berada di kamar yang berdekatan dengan anggota awal.
“Karena tinggal di kos yang sama dan kamar bersebelahan dengan mereka, saya diundang untuk bergabung ke grup yang sama,” jelasnya.
Di tengah polemik yang sedang berkembang, Universitas Indonesia memastikan akan menindaklanjuti isu ini dengan serius. Saat ini, proses investigasi tengah berlangsung melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UI.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Menghasilkan Uang Online Lewat Pengembangan Produk Digital yang Konsisten Laku
➡️ Baca Juga: Rupiah Cepat Beri Klarifikasi usai Dana Masuk ke Rekening Tanpa Pengajuan




