Investasi Besar-besaran Akan Masuk Indonesia dalam Waktu Dekat, Kata Prabowo

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini memberikan sinyal positif mengenai masuknya gelombang investasi besar-besaran ke Indonesia dalam waktu dekat. Ia menyatakan bahwa nilai investasi yang akan datang diprediksi akan sangat signifikan.
Pernyataan ini diungkapkan oleh Prabowo dalam program “Presiden Prabowo Menjawab”, yang disiarkan oleh Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, pada hari Rabu. Ia mengajak masyarakat untuk menantikan berita mengenai perkembangan investasi ini dalam beberapa minggu ke depan.
“Beberapa minggu ke depan, tunggu saja, akan ada investasi besar-besaran yang masuk ke Indonesia. Ini akan sangat besar,” ujar Prabowo.
Optimisme ini muncul seiring dengan catatan pemerintah yang menunjukkan bahwa realisasi investasi nasional pada semester pertama tahun 2026 telah mencapai Rp1.010,6 triliun. Data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan bahwa jumlah ini setara dengan 49,5 persen dari target investasi 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun.
Realisasi investasi tersebut juga mengalami pertumbuhan sekitar 7,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Selama enam bulan pertama tahun 2026, investasi yang masuk telah menyerap sekitar 1,44 juta tenaga kerja.
Capaian ini melanjutkan tren positif yang telah terjadi pada tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, total realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.931,2 triliun, yang diklaim telah menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja baru.
Prabowo menekankan bahwa keyakinannya terhadap masuknya investasi besar tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, ia telah berinteraksi dengan sejumlah pelaku usaha besar dunia yang menunjukkan minat yang tinggi untuk berinvestasi di Indonesia.
Para investor ini, menurut Prabowo, menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia sebagai salah satu faktor kunci dalam keputusan mereka untuk menanamkan modal dalam jumlah besar.
“Saya telah bertemu dengan pemain besar di dunia, mereka datang ke Indonesia dan mengetahui bahwa fundamental ekonomi kita kuat serta aman,” katanya.
Pemerintah juga sebelumnya menyatakan bahwa komitmen terhadap penanaman modal asing langsung atau foreign direct investment (FDI) sepanjang tahun 2026 tetap berada di jalur yang ditargetkan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menambahkan bahwa investor masih mempertimbangkan Indonesia sebagai negara dengan iklim investasi yang relatif kondusif di tengah ketidakpastian global.
Prabowo menilai bahwa kondisi makroekonomi Indonesia juga menjadi salah satu alasan yang meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi.
Ia menyoroti beberapa indikator, seperti inflasi, rasio utang, dan defisit anggaran yang menurutnya masih berada dalam batas yang terkendali.
“Ekonomi kita dalam kondisi yang sangat baik. Inflasi kita termasuk salah satu terendah di dunia, yaitu 2,92 persen. Bayangkan saja,” tandas Prabowo.
➡️ Baca Juga: MBG Tingkatkan Pemberdayaan Petani dan Peternak Lokal, Perkuat Evaluasi SPPG yang Ketat
➡️ Baca Juga: Pembiayaan Perbankan Syariah Mencapai Rp 720 Triliun pada Juni 2026, Menurut BI




