pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
bisnis

Bank Indonesia Mendorong Penggunaan Mata Uang Lokal dalam Transaksi Anggota BRICS

Jakarta – Bank Indonesia mendorong negara-negara anggota BRICS untuk memperkuat integrasi keuangan dengan mempercepat penggunaan mata uang lokal (LCT) dalam transaksi. Langkah ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas dalam pembayaran lintas batas dan melindungi ekonomi kawasan dari potensi risiko geopolitik serta fragmentasi pasar global.

Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam pertemuan kedua Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS (BRICS FMCBG) yang berlangsung pada 9-10 September di Mumbai, India. Dalam acara tersebut, beliau menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi sembari mendorong pencarian sumber pertumbuhan baru, di tengah meningkatnya ketegangan di dunia internasional.

“Indonesia melihat peluang strategis bagi BRICS untuk mengatasi berbagai tantangan dengan membangun ketahanan bersama melalui kerjasama yang lebih konkret, termasuk penggunaan mata uang lokal dan peningkatan konektivitas pembayaran lintas batas, dengan tetap mempertimbangkan tahapan pembangunan dan prioritas nasional masing-masing negara,” ungkap Damayanti dalam pernyataan resminya.

Dalam rangka mempercepat integrasi keuangan antara Indonesia dan India, Damayanti juga melakukan pertemuan dengan Gubernur Reserve Bank of India, Sanjay Malhotra. Diskusi mereka berfokus pada pengembangan kerangka kerja untuk Transaksi Mata Uang Lokal Indonesia-India, pembentukan *Local Currency Bilateral Swap Arrangement* (LCBSA), serta penghubungan sistem pembayaran berbasis kode QR antara kedua negara.

Bank Indonesia menyatakan bahwa dialog bilateral ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan komitmen BRICS terhadap konektivitas ekonomi dan keuangan yang memberikan manfaat bagi semua pihak terlibat.

Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh para pemimpin bank sentral dan menteri keuangan dari negara-negara anggota BRICS, seperti Indonesia, Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, serta negara-negara lain termasuk Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Iran.

Di akhir pertemuan, para delegasi menyepakati sebuah pernyataan bersama yang mencerminkan komitmen kolektif untuk menghadapi tantangan ekonomi global melalui kerjasama strategis di bidang transformasi digital, kecerdasan buatan, ketahanan siber, keuangan berkelanjutan, serta penggunaan mata uang lokal.

BRICS juga menegaskan kembali dukungannya terhadap reformasi arsitektur keuangan global yang lebih inklusif, khususnya dengan mengadvokasi perubahan dalam tata kelola Dana Moneter Internasional (IMF) untuk meningkatkan suara dan representasi negara-negara berkembang.

Ke depan, Bank Indonesia menekankan pentingnya mendorong dialog serta berperan sebagai penghubung di tengah dinamika global yang semakin terfragmentasi. Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia dan pemerintah, Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi pada agenda kerja sama internasional yang menghasilkan pencapaian nyata dan inklusif, sekaligus menunjukkan prioritas nasional dan memperkuat stabilitas ekonomi serta keuangan.

➡️ Baca Juga: Isu Pertahanan Dan Politik Sektor Keuangan: Analisis Terkini

➡️ Baca Juga: Strategi Manajemen Keuangan Efektif untuk Penghobi Koleksi Action Figure, K-Pop, dan Buku

Related Articles

Back to top button