Pertamina Hulu Energi Menargetkan Produksi Minyak 2026 Sebesar 595 Ribu Barel Per Hari

Jakarta – Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Edi Karyanto, mengungkapkan bahwa perusahaan menargetkan produksi minyak sebesar 595 ribu barel per hari pada tahun 2026.
Target ini menunjukkan peningkatan sebesar 38 ribu barel per hari dibandingkan dengan realisasi produksi minyak pada tahun 2025 yang tercatat sebesar 557 ribu barel per hari.
“Harapannya, kami dapat mencapai produksi di kisaran 595 ribu barel per hari,” ujar Edi, yang dikutip pada Jumat, 10 April 2026.
Edi merinci bahwa sekitar 404 ribu barel per hari dari target produksi 2026 akan berasal dari sumur-sumur dalam negeri. Sementara itu, 156 ribu barel per hari diharapkan diperoleh dari sumur-sumur PHE yang berada di luar negeri, dan 35 ribu barel per hari berasal dari hasil merger dan akuisisi.
Selain fokus pada produksi minyak, PHE juga menargetkan peningkatan produksi gas mencapai 2,81 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 2,44 BSCFD akan berasal dari dalam negeri, sementara 279 BSCFD akan diperoleh dari sumur PHE di luar negeri, serta 89 BSCFD dari hasil M&A.
Untuk dapat mencapai target yang ambisius ini, Edi menyatakan bahwa Pertamina menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, terutama terkait dengan laju penurunan produksi (decline rate) dari sumur-sumur yang ada, yakni sebesar 24 persen untuk sumur minyak dan 21 persen untuk sumur gas.
“Memang kami menyadari bahwa laju penurunan dari produksi yang ada cukup signifikan karena banyaknya lapangan yang merupakan lapangan tua,” jelas Edi.
Oleh karena itu, Edi menegaskan bahwa Pertamina akan fokus pada revitalisasi aset yang sudah ada, melakukan program pengembangan, serta menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan hasil produksi.
Lebih jauh, Pertamina juga berencana untuk memperluas sumber daya dengan melakukan 16 pengeboran eksplorasi, survei seismik, pengembangan migas nonkonvensional (MNK), serta kegiatan merger dan akuisisi. Di samping itu, program lain yang akan diimplementasikan adalah optimasi aset dan aspek fiskal, termasuk penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).
“Jika semua rencana ini dapat terlaksana dengan baik, kami optimis target produksi akan tercapai,” tuturnya.
Sepanjang tahun 2025, PHE berhasil mencatatkan total produksi minyak dan gas bumi yang mencapai 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). Dari jumlah itu, produksi minyak mencapai 557 ribu barel per hari (MBOPD), dan gas bumi sebesar 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).
Pada tahun tersebut, PHE berhasil melaksanakan pengeboran eksploitasi sebanyak 886 sumur, melakukan workover pada 1.288 sumur, dan melaksanakan kegiatan well service sebanyak 37.259 kali. Dalam upaya eksplorasi, PHE juga melakukan survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer dan survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi, serta mengebor 20 sumur untuk memastikan keberlanjutan cadangan migas.
➡️ Baca Juga: Miliano Jonathans Cedera ACL, Berikut 5 Calon Pengganti di Sayap Kanan Timnas Indonesia
➡️ Baca Juga: Kompleks Ayatollah Ali Khamenei Hancur Setelah Serangan Israel dan AS




