Klarifikasi RS Hasan Sadikin Bandung Terkait Insiden Viral Bayi Hampir Tertukar

Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung kembali menarik perhatian publik setelah sebuah insiden yang viral di media sosial mengundang kekhawatiran masyarakat mengenai standard keamanan dalam layanan kesehatan yang diberikan.
Kejadian ini berawal dari sebuah unggahan oleh seorang ibu bernama Nina Saleha, yang membagikan pengalaman tidak menyenangkannya saat melahirkan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Mari kita telusuri lebih lanjut mengenai kejadian ini.
Melalui akun TikTok pribadinya, Nina mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam terhadap dugaan kelalaian dari tenaga medis di rumah sakit tersebut. Ia menceritakan momen yang sangat menegangkan ketika bayinya hampir dibawa pergi oleh orang yang tidak dikenal. Insiden tersebut terjadi di ruang NICU Gedung Ibu dan Anak RSHS Bandung, saat Nina meninggalkan ruangan untuk beristirahat sejenak.
Dalam penuturannya, Nina menjelaskan bahwa bayinya sempat digendong oleh seseorang yang diduga menerima bayi tersebut dari seorang perawat. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran yang luar biasa, terutama karena terjadi di area perawatan intensif neonatal, yang seharusnya memiliki pengawasan yang sangat ketat.
Kisah yang disampaikan Nina dengan cepat menyebar di dunia maya dan memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mulai mempertanyakan seberapa kuat standar keamanan di rumah sakit, khususnya dalam hal prosedur penyerahan bayi kepada keluarga pasien.
Menanggapi kekhawatiran yang muncul, manajemen RSHS Bandung segera memberikan klarifikasi resmi dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Dalam pernyataan tertulis yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi rumah sakit, pihak RSHS mengakui adanya ketidaknyamanan yang dialami oleh pasien terkait insiden tersebut.
“Sehubungan dengan adanya pemberitaan di media sosial TikTok pada tanggal 8 April 2026 terkait pelayanan kesehatan bayi dari Ibu Nina Saleha, kami dari manajemen RSUP Dr Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pelayanan kesehatan di rumah sakit kami,” tulis pihak rumah sakit dalam unggahannya, yang dikutip pada 10 April 2026.
Pihak rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Mereka berusaha untuk memastikan bahwa insiden serupa tidak akan terulang di masa mendatang.
“RSUP Dr Hasan Sadikin akan selalu melakukan evaluasi dan peningkatan kemampuan dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” lanjut pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, manajemen RSHS juga menyatakan bahwa mereka telah menjalin komunikasi langsung dengan Nina untuk menyelesaikan permasalahan ini. Mereka memastikan bahwa isu ini telah diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus melibatkan ranah hukum.
Dengan demikian, rumah sakit berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan menjaga kepercayaan masyarakat, terutama dalam konteks keselamatan dan keamanan pasien. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih ketat dalam menerapkan protokol keamanan, khususnya di ruang perawatan intensif neonatal.
➡️ Baca Juga: Bus Tim Divisi Dua Senegal Kecelakaan Pulang dari Laga Krusial, Kiper Meninggal Dunia
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Menghitung Net Worth Secara Rutin untuk Menilai Manajemen Keuangan Anda




