Luis de la Fuente Tegaskan Penolakan Terhadap Nyanyian Islamofobia di Pertandingan Spanyol vs Mesir

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, secara tegas mengutuk tindakan chant bernuansa islamofobia yang terjadi saat pertandingan uji coba antara Spanyol dan Mesir di Stadion RCDE, Barcelona, pada dini hari waktu Indonesia, 1 April 2026.
Insiden yang memalukan ini terjadi ketika lagu kebangsaan Mesir dihujani dengan cacian oleh sekelompok penonton. Akibatnya, pihak panitia stadion terpaksa mengeluarkan beberapa peringatan kepada suporter untuk menghentikan perilaku tersebut.
De la Fuente menegaskan bahwa perilaku sebagian penonton itu tidak bisa diterima. Ia menekankan bahwa sepak bola seharusnya tidak dijadikan arena untuk tindakan diskriminatif yang merugikan kelompok tertentu.
“Perilaku ini tidak dapat ditoleransi. Mereka yang melakukan tindakan kekerasan memanfaatkan sepak bola untuk menciptakan ruang bagi diri mereka sendiri,” tegas De la Fuente.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Presiden Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF), Rafael Louzan, yang dengan tegas mengecam insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa kejadian seperti ini sama sekali tidak dapat dibenarkan dalam dunia sepak bola.
“Yang kami lakukan adalah mengutuk tindakan-tindakan semacam ini dan menegaskan bahwa hal itu tidak boleh terulang,” ujar Louzan, merujuk pada pernyataannya yang disampaikan kepada media.
Sejak awal, pertandingan ini berlangsung dalam suasana yang tidak kondusif. Pertandingan yang awalnya dijadwalkan di Qatar terpaksa dipindahkan ke Catalonia akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah, membuat atmosfer laga terasa kurang ideal.
Dari segi permainan, Spanyol tampil kurang efisien dalam memanfaatkan peluang yang ada. Meskipun berhasil menguasai jalannya pertandingan, mereka gagal mengonversi sejumlah kesempatan menjadi gol.
Ferran Torres memiliki kesempatan emas pada menit ke-20, tetapi ia tidak mampu memaksimalkannya. Di sisi lain, Timnas Mesir sempat memberikan ancaman serius melalui Omar Marmoush yang tendangannya membentur tiang gawang menjelang menit ke-30.
Memasuki babak kedua, Spanyol kembali menciptakan peluang melalui Pedri dan Cristhian Mosquera, namun hasilnya tetap nihil. Tim Mesir terpaksa bermain dengan 10 pemain setelah Hamdy Fathy mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-84.
Meskipun diuntungkan dengan keunggulan jumlah pemain, tuan rumah tidak dapat memanfaatkan situasi tersebut. Peluang terakhir yang didapat Alejandro Grimaldo pun hanya membentur mistar gawang, sehingga skor 0-0 bertahan hingga akhir pertandingan.
➡️ Baca Juga: Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Terkait Tekanan Inflasi
➡️ Baca Juga: Dapatkan Penghasilan dari Internet dengan Jasa Monitoring Proses Bisnis Online yang Efektif




