Pria di Makassar Bunuh Istri dan Sepupu Akibat Tak Diberi Uang Judol

Seorang pria berinisial SF (40) di Makassar telah ditangkap oleh pihak kepolisian setelah terbukti melakukan tindakan brutal terhadap sepupunya, RF (45), dengan mengakibatkan kematian.
Pelaku juga melukai istrinya, MR (40), menggunakan parang. Tindakan tersebut dilakukan setelah SF meminta uang untuk bermain judi online, namun ditolak oleh sang istri. Informasi ini disampaikan oleh Kapolsek Biringkanaya, Ajun Komisaris Polisi Andik Wahyu Cahyono.
“Pelaku berhasil ditangkap dalam waktu kurang dari 24 jam. Motifnya adalah setelah pulang minum-minuman keras, ia meminta uang kepada istrinya tetapi tidak diberikan. Terjadi pertengkaran, dan sepupunya yang berusaha melerai malah menjadi korban dan meninggal dunia akibat tebasan parang,” ungkapnya pada Senin, 13 April 2026.
Peristiwa tragis ini terjadi di Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, pada malam hari, 12 April 2026. SF pulang ke rumah dalam keadaan mabuk setelah mengonsumsi minuman beralkohol bersama teman-temannya.
Setelah tiba di rumah, SF meminta uang kepada MR untuk mengisi saldo dalam akunnya agar bisa bermain judi. Ketika sang istri menolak permintaannya, keributan pun tak terhindarkan.
Dalam keadaan yang tidak stabil karena pengaruh alkohol, SF mengambil parang dan awalnya hanya mengancam. Namun, emosi yang memuncak saat pertengkaran membuatnya kehilangan kendali dan menebas parang ke punggung istrinya.
Mendengar keributan tersebut, korban RF mencoba menenangkan SF dengan meminta agar parang yang dipegangnya segera disimpan. Namun, malang bagi RF, ia justru menjadi target dan ditebas di bagian lehernya.
“SF menolak dan mengatakan ‘tidak usah ikut campur urusan keluarganya, nanti saya parangi juga kamu’. RF merespons dengan mengatakan ‘parangi saja kalau mau’, dan seketika pelaku menebas leher korban hingga RF terjatuh,” jelas Kapolsek.
Melihat RF yang terjatuh dan bersimbah darah, SF segera melarikan diri dari lokasi kejadian. Sementara itu, warga yang mengetahui insiden tersebut berusaha menyelamatkan para korban dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Sayang Rakyat.
Sayangnya, RF tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia akibat kehilangan darah yang banyak. Istrinya, MR, kini tengah mendapatkan perawatan intensif akibat luka yang dideritanya.
Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, tim Reskrim Polsek Biringkanaya, dengan bantuan unit Jatanras Polrestabes Makassar, segera melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk mengejar pelaku.
Tim gabungan tersebut akhirnya berhasil melacak keberadaan SF dan melakukan penangkapan. Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras), Polrestabes Makassar, AKP Hamka, menyatakan bahwa pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan mengakui semua perbuatannya.
➡️ Baca Juga: Pemilu 2024: Pemerintah Rilis Kebijakan Baru
➡️ Baca Juga: Laptop Ergonomis untuk Mengetik Lama Tanpa Rasa Lelah dan Nyaman




