Istana Tanggapi Video Saiful Mujani yang Mengajak Jatuhkan Prabowo

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan tanggapan terkait pernyataan Saiful Mujani, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), yang diduga menyerukan kepada masyarakat untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto.
Teddy menyatakan bahwa ia belum mendapatkan informasi terbaru mengenai pernyataan yang dimaksud.
“Saya masih memiliki banyak pekerjaan di sini. Saya belum melihat apa yang beliau sampaikan,” kata Teddy di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 9 April 2026.
Ia menegaskan bahwa saat ini, Presiden Prabowo Subianto lebih memfokuskan perhatian pada isu-isu strategis yang dihadapi pemerintah.
“Terutama Bapak Presiden yang saat ini sedang menangani banyak hal besar. Dia sedang berkonsentrasi pada masalah-masalah yang jauh lebih strategis,” tambahnya.
Sebagai tambahan, Saiful Mujani, yang juga merupakan Guru Besar Ilmu Politik di UIN Syarif Hidayatullah, baru-baru ini mengajak masyarakat untuk menurunkan pemerintah, dan video ajakannya viral di media sosial.
“Ya, hanya kita yang bisa melakukan ini, rakyat. Peristiwa ’98 tidak akan terjadi tanpa partisipasi rakyat dan teman-teman yang turun ke jalan. Tanpa itu, MPR tidak akan menjatuhkan Suharto,” ungkap Mujani dalam potongan video yang beredar luas.
Pernyataan ini memicu berbagai reaksi, termasuk dari Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, yang memberikan tanggapan terhadap ajakan Saiful Mujani untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto.
Fahri mengimbau masyarakat untuk berdiskusi dalam bingkai demokrasi konstitusional, terutama di tengah situasi dunia yang sedang tidak stabil.
“Di saat kondisi negara kita seperti ini, dan dunia dalam keadaan kacau, kita memerlukan kesepahaman dan kesepakatan. Seharusnya kita berbicara dalam konteks konstitusional,” ujar Fahri pada Selasa, 7 April 2026.
Ia menegaskan bahwa dalam kerangka konstitusi, kekuasaan tidak hanya berada di tangan Presiden. Menurutnya, ada cabang kekuasaan lain yang juga harus bertanggung jawab kepada masyarakat.
“Saya rasa, teman-teman yang aktif di sini sepakat dengan hal itu. Terlebih lagi, bagi kita yang memperjuangkan demokrasi, jika kita membiarkan kekacauan kembali, maka keadaan akan semakin sulit. Jadi, mari kita introspeksi bersama,” pungkas Fahri.
➡️ Baca Juga: Kondisi Terkini Bos Rokok HS Setelah Kecelakaan Maut dan Masa Kritis yang Dijalani
➡️ Baca Juga: One Pride MMA 2026 Hadirkan Dua Perebutan Gelar Juara dan Teknik Hystrike Inovatif




