Bisnis Rentan Kebangkrutan Tanpa Keamanan Siber: 1 Hacker Dapat Ciptakan 10 Ribu Virus

Jakarta – Perusahaan yang bergerak di bidang keamanan siber, Kaspersky, memberikan panduan bagi pemilik bisnis untuk melindungi diri dari ancaman serangan siber yang diprediksi akan meningkat pada tahun 2026. Hal ini menjadi semakin penting di tengah situasi geopolitik global yang tidak stabil saat ini.
Salah satu rekomendasi yang diberikan adalah agar perusahaan menyiapkan anggaran untuk keamanan siber yang sebanding dengan target pertumbuhan bisnis mereka.
“Jika Anda menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 20 persen, pastikan bahwa setiap pelanggan juga mendapatkan peningkatan keamanan siber yang setara,” ungkap Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, Adrian Hia, dalam sebuah sesi di Jakarta pada Rabu, 8 April 2026.
Adrian menekankan bahwa gejolak yang terjadi di arena geopolitik saat ini telah menyebabkan lonjakan dalam jumlah serangan siber yang akan terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi ini juga diperburuk oleh kemajuan dalam teknologi kecerdasan buatan (AI), yang membuat proses pembuatan serangan siber menjadi jauh lebih mudah dan cepat.
“Dulu, satu individu mungkin hanya mampu menciptakan satu virus; kini, mereka dapat memanfaatkan AI untuk menghasilkan hingga 10 ribu virus,” tegas Adrian.
Data terbaru dari Kaspersky menunjukkan bahwa pada tahun 2023, terdapat sekitar 370 ribu malware baru yang muncul setiap harinya. Dalam dua tahun ke depan, diperkirakan jumlah serangan siber akan melonjak menjadi 500 ribu malware setiap harinya.
Kaspersky juga melaporkan bahwa Indonesia mengalami hampir 15 juta serangan siber pada tahun 2025. Dengan data tersebut, Adrian yakin bahwa pada tahun 2026, jumlah serangan siber akan semakin meningkat, terutama ditambah dengan tantangan yang disebabkan oleh kondisi geopolitik dan perkembangan pesat AI.
Country Manager Kaspersky untuk Indonesia, Defi Nofitra, menekankan pentingnya pemilik bisnis untuk menjaga keamanan layanan mereka dengan menerapkan SOC atau Security Operation Center.
SOC berfungsi sebagai pusat komando terpusat yang bertugas untuk memantau, mendeteksi, menganalisis, dan merespons insiden keamanan siber yang mungkin terjadi pada jaringan dan sistem organisasi.
Dengan adanya SOC, reputasi bisnis dapat terjaga dengan baik di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman serangan siber.
Berdasarkan penelitian internal Kaspersky pada tahun 2025, diketahui bahwa membangun SOC secara mandiri oleh sebuah perusahaan memerlukan waktu yang tidak sedikit.
Setidaknya, proses untuk membangun SOC yang efektif dalam menjaga keamanan siber bagi suatu bisnis memakan waktu antara 6 hingga 12 bulan. Defi juga menekankan pentingnya diversifikasi teknologi yang digunakan oleh pemilik bisnis untuk menyimpan data, agar tidak terlalu bergantung pada satu jenis teknologi saja.
➡️ Baca Juga: Bahlil Rencanakan Pengiriman Impor Minyak Mentah dari Rusia pada April, LPG Menyusul
➡️ Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Hadapi Korupsi di Kejuaraan Internasional




