Krisis Energi di Asia: Malaysia Terapkan Kebijakan WFH Secara Bertahap

Krisis energi yang melanda dunia saat ini, terutama akibat ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, telah mulai berimbas ke wilayah Asia Tenggara. Gangguan dalam pasokan minyak global memaksa sejumlah negara untuk segera mengambil tindakan guna menekan konsumsi energi, di antaranya dengan menerapkan kebijakan untuk bekerja dari rumah (WFH).
Setelah beberapa negara di Asia terlebih dahulu menerapkan atau mendorong kebijakan ini, kini Malaysia juga memutuskan untuk mengikuti langkah yang sama.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan skema pengaturan kerja fleksibel bagi pegawai negeri sipil. Penerapan kebijakan ini tidak akan dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap dan selektif agar sesuai dengan kebutuhan sektor yang ada.
“Pemerintah sedang mengembangkan penerapan pengaturan kerja fleksibel, termasuk opsi bekerja dari rumah (WFH), untuk pegawai negeri demi meredam dampak dari gangguan pasokan minyak global sebagai akibat dari krisis di Asia Barat,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari media pada 30 Maret 2026.
Ia menekankan bahwa pelaksanaan kebijakan ini akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. “Langkah ini akan diimplementasikan secara bertahap dan berdasarkan kriteria tertentu,” sambungnya.
Selain sektor publik, pemerintah Malaysia juga mendorong sektor swasta untuk mengikuti kebijakan serupa. Anwar menjelaskan bahwa beberapa perusahaan dan institusi perbankan telah lebih dulu menerapkan sistem kerja jarak jauh sebagai respons terhadap meningkatnya biaya energi.
“Sektor swasta juga didorong untuk menerapkan praktik WFH, sebagaimana yang telah dilakukan oleh beberapa perusahaan dan lembaga keuangan,” tambahnya.
Dalam pidatonya, Anwar juga menegaskan pentingnya disiplin fiskal dan efisiensi anggaran di tengah ketidakpastian situasi global saat ini.
“Dari pihak pemerintah, insya Allah, kami akan terus menjaga disiplin, menghindari pemborosan dan kebocoran dalam penggunaan anggaran,” katanya.
Anwar juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan yang ada.
Inisiatif Malaysia ini menambah daftar negara di Asia Tenggara yang mulai mengandalkan kebijakan WFH sebagai strategi untuk menghemat energi. Sebelumnya, Myanmar dan Thailand juga telah mendorong penerapan langkah serupa untuk mengurangi konsumsi bahan bakar serta listrik.
Di sisi lain, Indonesia juga sedang mempersiapkan pengumuman mengenai kebijakan WFH. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa keputusan resmi akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
➡️ Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan K3 dan Perlindungan Pekerja di Sektor Industri Sawit
➡️ Baca Juga: Bitcoin Mencapai Rekor Tertinggi Rp1,28 Miliar, Pengaruh Harapan Damai AS-Iran Terhadap Reli Kripto




