Pola modern pendekatan analisa terarah slot

Metode premium slot online untuk hasil stabil

Strategi terarah slot online untuk hasil optimal

Analisa kinerja pola modern slot online

Teknik unggulan analisa pola harian slot

Strategi rahasia slot online untuk performa optimal

Strategi maksimal analisa terkini slot online

Teknik unggulan slot online untuk kinerja

depo 10k depo 10k
berita

Istri Melanjutkan Pemikiran dan Perjuangan Eks Menteri Kehakiman Muladi dengan Tegas

Lembaga Muladi Law Center resmi didirikan sebagai langkah konkret untuk melanjutkan pemikiran, warisan, serta perjuangan almarhum Prof. Muladi dan almarhumah Dr. Dyah Sulistyani dalam bidang hukum di Indonesia.

Pendirian lembaga ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap perkembangan hukum yang semakin rumit, serta kebutuhan akan wadah yang mampu menghubungkan dunia akademis dengan praktik hukum secara langsung.

Muladi Law Center secara resmi diluncurkan di Ruang Prof Boedi Harsono, Gedung F Lantai 1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Depok, Jawa Barat, pada Rabu, 26 Agustus. Dalam acara tersebut, juga diadakan diskusi hukum dengan tema Perlindungan Hak Asasi Manusia Terhadap Anak Pasca Perceraian.

Nany Ratna Asmara Muladi, pendiri Perkumpulan Muladi Law Center dan istri almarhum Prof. Muladi, menyatakan rasa syukur yang mendalam atas peresmian lembaga ini.

Dia menegaskan bahwa pembentukan Muladi Law Center merupakan bentuk pengabdian untuk memastikan bahwa nilai-nilai keadilan dan upaya pembaruan hukum tetap hidup dalam masyarakat.

“Berdirinya Muladi Law Center adalah untuk meneruskan pemikiran dari Almarhum Prof. Muladi dan melanjutkan perjuangan anak saya Almarhumah Dr. Dyah Sulistyani, SH di bidang hukum,” ujar Nany Muladi dalam sambutannya di Jakarta.

Dia menjelaskan bahwa keberadaan lembaga ini ditujukan untuk mempertemukan pemikiran idealis dengan tindakan nyata.

Perkembangan hukum di Indonesia memerlukan sinergi yang kuat antara teori yang diajarkan di ruang kuliah dan penerapannya di lapangan.

“Muladi Law Center lahir dari keprihatinan bahwa di tengah kompleksitas perkembangan hukum saat ini, masih sangat dibutuhkan ruang yang mampu menghubungkan dunia akademik dengan praktik hukum, serta mengintegrasikan pemikiran dengan tindakan, dan idealisme dengan pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.

“Kami meyakini bahwa warisan pemikiran Prof. Muladi tidak hanya harus dikenang dalam buku atau ruang kuliah. Nilai-nilai beliau mengenai keadilan, hak asasi manusia, dan pembaruan hukum harus terus dihidupkan melalui karya nyata,” tambahnya.

Nany juga mengenang dedikasi luar biasa suaminya dalam memperjuangkan penyusunan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional.

Sebagai saksi terdekat, dia menyaksikan langsung betapa kerasnya mantan Menteri Kehakiman tersebut berjuang tanpa lelah demi merumuskan sistem hukum pidana modern bagi Indonesia.

➡️ Baca Juga: Dapatkan Uang Secara Online dengan Skill Editing Digital Tanpa Investasi Besar

➡️ Baca Juga: Volkswagen Luncurkan Camper Van Listrik, Solusi Ideal untuk Liburan Nyaman dan Praktis

Related Articles

Back to top button