China Tegaskan Tidak Pasok Senjata, Sebut Laporan Intelijen AS Sebagai Fitnah Tanpa Bukti

China membantah keras laporan dari intelijen Amerika Serikat yang menuduhnya telah mengirimkan senjata ke Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, pada hari Selasa menyatakan bahwa klaim tersebut sepenuhnya tidak berdasar dan merupakan rekayasa belaka.
Pernyataan tersebut muncul setelah beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa China telah memberikan peralatan militer kepada Iran.
Laporan yang beredar mengindikasikan bahwa intelijen AS percaya Beijing sedang mempersiapkan pengiriman sistem pertahanan udara terbaru kepada Iran dalam waktu dekat.
Guo menjelaskan bahwa China selalu berkomitmen pada pendekatan yang hati-hati dan bertanggung jawab dalam hal ekspor militer. Semua kegiatan tersebut dilakukan dengan pengawasan ketat berdasarkan undang-undang domestik serta kewajiban internasional yang berlaku.
“Kami menentang segala bentuk fitnah yang tidak berdasar atau tuduhan jahat yang ditujukan kepada kami,” tambahnya saat memberikan keterangan pers.
Sebelumnya, intelijen AS juga menuduh bahwa China berencana untuk mengirimkan sistem pertahanan udara kepada Iran, yang dianggap sebagai langkah yang provokatif. Namun, Beijing menekankan bahwa mereka berperan dalam mendukung kesepakatan gencatan senjata yang berlangsung.
Seiring dengan itu, informasi intelijen yang beredar juga menunjukkan bahwa Iran mungkin memanfaatkan gencatan senjata untuk memperkuat sistem persenjataannya dengan dukungan dari mitra luar negeri.
Selain itu, AS juga mencurigai bahwa China mungkin menggunakan negara ketiga sebagai jalur untuk menyelundupkan senjatanya, sehingga menutupi asal-usul sebenarnya dari pengiriman tersebut.
➡️ Baca Juga: The Rise of Green Politics in Europe: Policies, Challenges, and Future Directions
➡️ Baca Juga: Olahraga Pagi yang Teratur Meningkatkan Energi dan Fokus Sepanjang Hari




