Kompleks Ayatollah Ali Khamenei Hancur Setelah Serangan Israel dan AS

Citra satelit beresolusi tinggi menunjukkan kondisi yang sangat parah di kompleks pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, setelah serangan udara yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat di pusat Teheran.
Gambar yang dikeluarkan oleh Airbus memperlihatkan kompleks yang dikenal sebagai Leadership House, yang sebelumnya dijaga ketat, kini hampir tidak dapat dikenali. Foto tersebut tampaknya diambil menjelang siang, menunjukkan bangunan utama di kompleks yang hancur dan masih mengeluarkan asap dari reruntuhannya.
Taman-taman yang mengelilingi bangunan utama telah rata dengan tanah, dipenuhi puing-puing yang berserakan. Beberapa bangunan lain di dalam kompleks juga menunjukkan kerusakan yang signifikan, sebagaimana dilaporkan oleh media Australia pada tanggal 2 Maret 2026.
Sebuah laporan dari media Israel menyebutkan bahwa puluhan bom telah dijatuhkan di area tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai penggunaan bom penghancur bunker yang dirancang untuk menembus fasilitas yang terletak jauh di bawah tanah.
Sebuah video terverifikasi yang diambil di sekitar kawasan pertokoan Jalan Jomhuri di pusat Teheran menunjukkan kepulan asap yang besar membubung tinggi beberapa blok dari lokasi serangan. Dalam rekaman tersebut, seorang perempuan terdengar bertanya, “Di mana yang kena?” dan seorang pria menjawab, “Sepertinya kompleks pemimpin.”
Di sisi timur laut kompleks, area lain juga menunjukkan dampak dari serangan tersebut. Citra satelit memperlihatkan bangunan yang rusak serta puing-puing yang berserakan di sekitarnya.
Seperti yang dilaporkan sebelumnya, pada pagi hari tanggal 1 Maret 2026, televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi negara itu, telah meninggal dunia. Sebelumnya, pada malam tanggal 28 Februari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan beberapa pejabat senior Israel mengumumkan bahwa Khamenei tewas dalam serangan yang terjadi di Teheran. Pernyataan ini disampaikan melalui saluran resmi dan media sosial milik Trump.
Menyusul kematian Ayatollah Khamenei, pemerintah Iran segera menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari, sebagai bentuk penghormatan atas pemimpin mereka.
Sementara itu, seorang pejabat Iran pada hari Minggu menyatakan bahwa sebuah dewan kepemimpinan akan mengambil alih tugas-tugas Khamenei hingga penggantinya resmi ditunjuk.
“Berdasarkan konstitusi, dewan kepemimpinan akan dibentuk untuk menjalankan tanggung jawab Pemimpin Tertinggi sampai seorang pengganti terpilih,” ungkap Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari media pada tanggal 1 Maret 2026.
➡️ Baca Juga: Rupiah Menguat! Menkeu Sri Mulyani: Gejolak Pasar Keuangan Global Relatif Lebih Reda
➡️ Baca Juga: Libur Panjang Iduladha, Penumpang Kereta Api Tembus 580.000 Orang, Okupansi Capai 111 Persen


