Strategi Wakapolri Tingkatkan Kehadiran Bhabinkamtibmas di 55 Persen Desa yang Terlayani

Jakarta – Wakapolri Komjen Pol Wahyu Hadiningrat mengungkapkan sejumlah langkah strategis yang diambil oleh Polri guna memperkuat kehadiran dan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), yang merupakan garda terdepan kepolisian di tingkat desa.
Saat ini, jumlah personel Bhabinkamtibmas Polri mencapai 40.924 orang. Namun, Wahyu menegaskan bahwa jumlah tersebut masih mencakup sekitar 55 persen dari total 83.762 desa yang ada di Indonesia.
Wahyu menekankan bahwa kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Polri. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memiliki visi dan misi untuk memperkuat struktur kepolisian di tingkat paling bawah dengan meningkatkan jumlah personel Bhabinkamtibmas di setiap Polsek.
Penambahan personel Bhabinkamtibmas ini ditujukan untuk memperkuat pelayanan kepolisian di wilayah yang langsung berinteraksi dengan masyarakat.
“Karena di situlah ujung tombak sentra-sentra pelayanan untuk masyarakat. Kami akan berupaya, meskipun secara bertahap, fokus rekrutmen kami akan diarahkan ke sana,” ungkap Wakapolri di Jakarta pada Kamis (8/10/2026).
Wahyu percaya bahwa penguatan personel di tingkat dasar ini akan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kepolisian.
Dengan demikian, diharapkan akses masyarakat terhadap polisi akan semakin terbuka dan mudah.
“Ketika semua pelayanan masyarakat di level terbawah terpenuhi, saya yakin masyarakat akan terlayani dengan baik. Sehingga, jika mereka mencari polisi, tidak akan sulit,” tambah Jenderal Wahyu.
Selain memfokuskan pada Bhabinkamtibmas, Polri juga terus meningkatkan kehadiran personel melalui kegiatan patroli langsung yang dilakukan di tengah masyarakat.
Wahyu menyebutkan bahwa Polri telah melaksanakan 159.241 kegiatan Patroli Perintis (Preventif), yang didukung oleh Quick Response Samapta untuk mempercepat pencegahan dan penanganan potensi gangguan keamanan.
Lebih lanjut, Jenderal Wahyu menjelaskan bahwa penguatan kehadiran Polri juga dilakukan melalui layanan kepolisian berbasis call center 110.
Tingkat keterlayanan dari layanan tersebut kini sudah mencapai 93,1 persen, dengan 107.386 dari total 115.337 interaksi yang telah ditangani.
Dari laporan yang masuk, sebanyak 88,6 persen telah berhasil diselesaikan. Rincian laporan menunjukkan 9.850 laporan telah ditangani hingga tuntas, sementara 1.272 laporan masih dalam proses penyelesaian.
Selain itu, Polri memberikan tindak lanjut terhadap seluruh laporan eskalasi yang diterima. Selama periode 2024-2026, tercatat 12.561 laporan eskalasi dan semuanya telah mendapatkan penanganan yang sesuai.
➡️ Baca Juga: Bank Indonesia Mendorong Penggunaan Mata Uang Lokal dalam Transaksi Anggota BRICS
➡️ Baca Juga: Latihan Gym Variatif untuk Meningkatkan Stamina dan Daya Tahan Tubuh secara Efektif




