Malaysia Siap Berikan Bantuan kepada Indonesia untuk Atasi Karhutla, Simak Tanggapan Kemlu

Jakarta – Pemerintah Indonesia memberikan tanggapan positif terhadap tawaran bantuan dari Malaysia untuk menangani masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dampaknya juga dirasakan oleh negara tetangga tersebut.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh negara sahabat, sambil tetap fokus pada upaya mitigasi yang dilakukan di dalam negeri.
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa komunikasi terkait tawaran bantuan ini telah dilakukan di tingkat pimpinan kedua negara, menunjukkan keseriusan dalam penanganan isu ini.
Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid bin Hamidi, telah menyampaikan tawaran tersebut secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kehormatan pada tanggal 18 September 2026.
“Tawaran bantuan ini dalam konteks kerja sama bilateral diterima dengan baik oleh Indonesia. Ini juga tercermin dalam pernyataan Presiden Republik Indonesia setelah pertemuan tersebut,” jelas Yvonne kepada wartawan pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Yvonne menambahkan bahwa dialog antara Indonesia dan Malaysia terus berlanjut, bahkan sampai ke tingkat menteri luar negeri. Dalam pembicaraan tersebut, Indonesia telah memaparkan berbagai langkah yang diambil untuk mengatasi masalah karhutla.
Pemerintah Indonesia menyadari bahwa kebakaran di sejumlah wilayah tidak hanya berdampak pada dalam negeri, tetapi juga berpengaruh kepada Malaysia. Oleh karena itu, koordinasi dengan negara tetangga menjadi penting untuk menjaga hubungan bilateral dan membahas penanganan isu lintas batas.
Di dalam negeri, Indonesia tidak henti-hentinya melaksanakan berbagai langkah untuk mengendalikan karhutla. Upaya tersebut melibatkan lebih dari 60 ribu personel, serta didukung oleh helikopter dan pesawat patroli untuk melakukan operasi pemadaman, termasuk pengeboman air, modifikasi cuaca, dan penegakan hukum.
“Langkah-langkah penanggulangan karhutla terus berlangsung dengan melibatkan lebih dari 60 ribu petugas, helikopter, dan pesawat patroli untuk water bombing, modifikasi cuaca, serta penegakan hukum,” ujar Yvonne.
Meskipun berbagai upaya telah dilaksanakan, tantangan dalam penanganan karhutla masih ada. Kondisi cuaca yang tidak menentu dan jarak pandang yang terbatas sering kali menjadi penghalang bagi petugas dalam menjalankan tugas di lapangan.
Faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan penting bagi pemerintah dalam menanggapi tawaran bantuan dari negara-negara sahabat. Indonesia membuka peluang untuk koordinasi dan dukungan sesuai dengan kebutuhan dalam penanganan kebakaran.
Sebelumnya, Jepang juga pernah memberikan bantuan dalam upaya penanggulangan karhutla di wilayah Kalimantan. Namun, misi penanganan yang melibatkan Jepang di daerah tersebut telah selesai.
➡️ Baca Juga: Ucapan Selamat Idul Fitri untuk Mertua dan Calon Mertua yang Menguatkan Hubungan Keluarga
➡️ Baca Juga: Prabowo Evaluasi Keanggotaan RI di Board of Peace untuk Meningkatkan Diplomasi Internasional




