Kapolri Tegaskan kepada Anggota: Jabatan dan Kekuasaan Adalah Amanah yang Harus Dipegang dengan Rendah Hati

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menekankan kepada seluruh anggota kepolisian untuk selalu menumbuhkan sikap rendah hati dan menghindari kesombongan. Pesan ini disampaikan selama Salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas yang terletak di Mabes Polri, Jakarta, pada hari Jumat lalu.
Dalam khotbahnya, Kapolri menyampaikan bahwa jabatan, pangkat, atau harta yang dimiliki seseorang tidak seharusnya menjadikan mereka merasa lebih tinggi atau lebih baik dibandingkan dengan orang lain. Hal ini mengingatkan kita bahwa posisi dan kekuasaan bukanlah segalanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa segala sesuatu yang kita miliki merupakan amanah dari Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus bersyukur dan memanfaatkan segala yang kita miliki untuk memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita.
Pemimpin Korps Bhayangkara ini mengingatkan kembali seluruh jajaran untuk senantiasa menjaga sikap rendah hati, menjauhi sifat sombong, serta menjadikan jabatan dan kedudukan sebagai tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan dengan serius.
“Jadilah individu yang senantiasa rendah hati, hindari kesombongan, dan jangan pernah merasa lebih hebat dari yang lain. Jabatan, pangkat, dan kekuasaan adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Hargai sesama, bantu mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana,” ujarnya.
Kapolri juga menekankan pentingnya kerendahan hati sebagai cerminan dari akhlak mulia yang harus dijunjung oleh setiap individu, terutama bagi mereka yang menduduki jabatan tinggi dan memikul tanggung jawab besar.
Ia menuturkan bahwa semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk bersikap bijak, peka terhadap kebutuhan orang lain, serta menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.
Selain itu, Kapolri mengingatkan bahwa nilai-nilai keimanan harus diwujudkan melalui tindakan dan perilaku nyata, baik di lingkungan kerja, dalam keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan demikian, setiap amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan, kejujuran, dan rasa syukur yang mendalam.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 11.50 hingga 12.50 WIB tersebut juga menjadi momentum yang baik untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
➡️ Baca Juga: 5 Prinsip Psikologi yang Menjaga Ketahanan Hubungan Pasangan di Tengah Ujian
➡️ Baca Juga: Konflik di Cuaca Ekstrem Jadi Perhatian Dunia




