Dugaan Malpraktik Operasi Angkat Rahim Tanpa Biopsi di Medan, Kemenkes Beri Tanggapan Resmi

Seorang ibu rumah tangga berusia 48 tahun, Mimi Maisyarah, dilaporkan berada dalam kondisi kritis setelah menjalani prosedur operasi pengangkatan rahim di Rumah Sakit Muhammadiyah Medan. Kejadian ini telah menarik perhatian publik dan menjadi viral di media sosial.
Kasus ini mencuat ke permukaan setelah pihak keluarga mengungkapkan adanya kejanggalan dalam prosedur medis yang diduga dilakukan tanpa adanya pemeriksaan biopsi sebelumnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai standar praktik medis yang diterapkan di rumah sakit tersebut.
Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia belum memberikan penjelasan mendalam terkait insiden ini. Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, memberikan respons singkat ketika diminta untuk mengonfirmasi situasi tersebut.
“Silakan hubungi pihak rumah sakit untuk informasi lebih lanjut,” ujarnya melalui pesan teks saat dihubungi, tanpa memberikan detail lebih lanjut. Ketika ditanya mengenai langkah-langkah yang diambil oleh Kemenkes, Widyawati menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara bertahap.
“Semua tentu harus melalui proses yang berjenjang,” tambahnya, meskipun tidak memberikan penjelasan tambahan mengenai langkah-langkah tersebut.
Usaha untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dari Kemenkes juga tidak membuahkan hasil. Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan internal terkait kasus ini. “Saya perlu memeriksa lebih dalam di internal terlebih dahulu,” ungkapnya singkat saat dihubungi.
Di sisi lain, tim media juga berusaha untuk melakukan konfirmasi kepada Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, melalui pesan teks, tetapi tidak mendapatkan tanggapan sama sekali.
Keluarga korban, dalam keterangan mereka, mengungkapkan kronologi yang memicu dugaan malpraktik. Mereka menuturkan bahwa tindakan operasi dilakukan tanpa melalui prosedur biopsi, hanya berdasarkan hasil USG yang menyimpulkan adanya miom. “Di rumah sakit ini (RS Muhammadiyah) tidak ada biopsi. Kami hanya disuruh untuk melakukan USG, langsung diberitahu ada miom, dan keesokan harinya langsung dioperasi. Berbeda dengan rumah sakit lain (RS Haji) yang melakukan biopsi terlebih dahulu untuk mengambil jaringan ke laboratorium. Di situ baru ketahuan bahwa itu adalah kanker stadium 3, bukan miom,” ungkap anggota keluarga.
Kondisi Mimi justru memburuk setelah operasi, dengan luka yang mengeluarkan bau tidak sedap dan membusuk, sehingga pasien akhirnya dirujuk ke rumah sakit lain untuk penanganan lebih lanjut. Keluarga juga menemukan kejanggalan serius dalam tindakan bedah yang dilakukan. Meski rahim telah diangkat, bagian mulut rahim ternyata masih tertinggal, yang diduga memperparah kondisi pasien.
“Dia mengangkat rahim, tetapi mulut rahimnya masih tertinggal. Seharusnya, jika tidak bisa menyelesaikan tindakan ini, pihak rumah sakit harus merujuk ke tempat lain sejak awal,” ungkap Anggi Mauliza, keponakan Mimi. Saat ini, kondisi Mimi Maisyarah masih kritis dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
➡️ Baca Juga: Deddy Corbuzier dan Zaskia Gotik Kepergok Jalan Bareng di Mall, Netizen Heboh!
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mengatasi Kebiasaan Malas dalam Menyelesaikan Tugas Kampus




