Antrean Truk di Pelabuhan Ketapang Menurun Signifikan, dari 16 Kilometer Kini Jadi 7 Kilometer

Antrean panjang kendaraan logistik menuju Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, telah mengalami penurunan yang signifikan. Setelah sebelumnya mencapai panjang 16 kilometer, saat ini antrean tersebut telah menyusut menjadi sekitar 7 kilometer.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan langkah positif dalam menangani kepadatan kendaraan di area pelabuhan.
“Pada hari ini, antrean truk logistik khususnya telah berkurang menjadi sekitar 7 kilometer,” ungkapnya di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu, 5 September 2026.
Penurunan panjang antrean ini terjadi berkat sejumlah inisiatif yang diambil oleh ASDP untuk mempercepat pergerakan kendaraan di Pelabuhan Ketapang.
Sebelumnya, pada malam Jumat, antrean truk logistik sempat mencapai puncaknya di angka 16 kilometer. Kondisi ini dipicu oleh peningkatan volume kendaraan logistik yang melonjak hingga 16 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan sebelumnya.
Untuk mengatasi masalah antrean tersebut, ASDP telah mengoptimalkan operasi kapal serta memperkuat koordinasi dengan pihak regulator dan pemangku kepentingan terkait.
Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan layanan penyeberangan rute Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali, tetap berlangsung dengan memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
“Kami menghargai kesabaran serta pengertian seluruh pengguna jasa yang menghadapi situasi ini. ASDP berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan memastikan pelayanan penyeberangan tetap berjalan dengan optimal,” kata Media.
Pada hari Sabtu, sebanyak 24 kapal berkapasitas besar dioperasikan untuk meningkatkan kapasitas angkut kendaraan.
Dari total tersebut, enam kapal menerapkan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB). Pola ini dirancang untuk mempercepat proses bongkar muat dan mengurangi waktu kapal berada di dermaga.
Kepadatan kendaraan juga terjadi bersamaan dengan proyek perbaikan dan peningkatan kapasitas dermaga di rute Ketapang-Gilimanuk.
Proyek ini meliputi peningkatan kapasitas dermaga menjadi 50 ton untuk satu pasang dermaga di Ketapang, Banyuwangi, dan Gilimanuk, Bali.
Pengerjaan infrastruktur ini merupakan bagian dari upaya memperkuat fasilitas serta mempersiapkan diri menghadapi periode angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Dengan pengoperasian kapal berkapasitas besar dan penerapan pola TBB, ASDP terus berupaya untuk mengurangi antrean kendaraan yang sebelumnya mencapai belasan kilometer.
➡️ Baca Juga: Rizky Ridho Terkesima Melihat John Herdman Bawa TV ke Lapangan Saat Latihan Timnas Indonesia
➡️ Baca Juga: Pesan Kuat Omara Esteghlal Tentang Makna Kemerdekaan HUT RI, Korupsi, dan Agenda Elite




