64,2 Persen Penduduk RI Masih Terjebak di Bawah Standar Kemiskinan Bank Dunia, Apa Indikatornya?

Angka kemiskinan di Indonesia kembali menarik perhatian publik setelah Bank Dunia merilis data yang menunjukkan bahwa lebih dari setengah penduduk negeri ini hidup di bawah garis kemiskinan sebesar US$8,30 per orang per hari.
Jika kita konversikan angka tersebut dengan asumsi nilai tukar Rp17.600, maka jumlahnya setara dengan sekitar Rp146.080 per orang setiap harinya. Dengan menghitungnya selama sebulan, totalnya mencapai sekitar Rp4.382.400 per orang.
Dalam laporan Macro Poverty Outlook yang dirilis pada April 2026, Indonesia menempati peringkat keempat di antara sebelas negara yang dianalisis. Pertanyaannya, negara mana saja yang berada di atas Indonesia dalam hal persentase penduduk di bawah garis kemiskinan ini, dan bagaimana posisi Indonesia jika dihadapkan dengan negara-negara lainnya?
Dalam perbandingan tersebut, Indonesia berada di urutan keempat dengan 64,2 persen penduduk yang hidup di bawah standar US$8,30 per hari. Posisi ini berada di bawah Timor-Leste, India, dan Laos, sementara negara-negara lain yang termasuk dalam perbandingan memiliki persentase yang lebih rendah.
Berikut adalah daftar negara beserta persentase penduduk yang berada di bawah standar US$8,30 per orang per hari:
1. Timor-Leste: 71,7 persen
2. India: 70,7 persen
3. Laos: 68,6 persen
4. Indonesia: 64,2 persen
5. Afrika Selatan: 60 persen
6. Filipina: 56,5 persen
7. Brasil: 20,4 persen
8. Vietnam: 17,9 persen
9. Argentina: 14,5 persen
10. Thailand: 10,1 persen
11. Malaysia: 1 persen
Dengan angka tersebut, Indonesia menunjukkan persentase yang lebih tinggi dibandingkan dengan Afrika Selatan dengan 60 persen dan Filipina yang mencapai 56,5 persen. Selisihnya cukup signifikan jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia.
Dalam penghitungan kemiskinan secara internasional, Bank Dunia menerapkan metode purchasing power parity (PPP) atau paritas daya beli, yang bertujuan untuk memperhitungkan perbedaan tingkat harga dan daya beli antar negara.
Angka 64,2 persen ini tidak bisa langsung diinterpretasikan sebagai tingkat kemiskinan resmi di Indonesia. Standar US$8,30 per hari merupakan garis kemiskinan internasional yang relevan bagi negara-negara dengan kategori pendapatan menengah atas.
Bank Dunia memiliki beberapa garis kemiskinan internasional yang diperbaharui sejalan dengan perubahan kondisi ekonomi dan paritas daya beli. Sementara itu, Indonesia memiliki garis kemiskinan nasional yang dihitung dengan metode yang berbeda. Oleh karena itu, angka kemiskinan nasional tidak sebanding langsung dengan angka 64,2 persen yang disebutkan.
➡️ Baca Juga: 15 Aplikasi Tak Terhapus di Samsung vs 5 di Pixel: Ini Buktinya
➡️ Baca Juga: Latihan Gym Efektif Mengurangi Pegal Otot Setelah Seharian Beraktivitas Padat Secara Alami




