Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

Nenek Terjerat Kasus Penganiayaan Balita yang Mengakibatkan Kematian di Kediri

Polisi di Kediri, Jawa Timur, telah menetapkan seorang nenek berusia 64 tahun berinisial S sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan seorang balita yang mengakibatkan kematian. Penetapan status hukum terhadap nenek tersebut didasarkan pada bukti yang berhasil dikumpulkan oleh pihak kepolisian.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan dengan profesionalisme dan transparansi. Menurutnya, dua alat bukti utama yang telah diperoleh adalah keterangan dari saksi dan hasil visum yang dikeluarkan oleh dokter.

Peristiwa tragis ini terjadi di Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, pada tanggal 15 April 2026. Kasatreskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, menjelaskan bahwa pada saat itu, tersangka S meminta ketiga cucunya untuk makan dan kemudian beristirahat. Namun, ketiga cucu tersebut tidak mengindahkan permintaan tersebut, sehingga S mengambil tindakan dengan memukul mereka menggunakan kayu.

Dalam insiden tersebut, tersangka S tidak hanya memukul cucunya yang berinisial MA, tetapi juga mencubit pipi anak tersebut. Setelah itu, balita berusia empat tahun itu pergi ke dapur, sementara S kembali memukulnya dengan menggunakan pipa karena dianggap tidak patuh.

Ketika ibu dari korban pulang, ia menemukan MA tertidur di dapur. Namun, saat memeriksa, ia terkejut mendapati bahwa anaknya sudah tidak bernyawa. Peristiwa ini segera dilaporkan ke pihak berwajib, dan petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Achmad menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang, termasuk orang tua dan nenek korban. Selain itu, sejumlah barang bukti, seperti kayu dan pipa yang digunakan dalam tindakan kekerasan, juga telah disita untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Polisi turut menyita beberapa barang lainnya, termasuk satu baju lengan pendek berwarna jingga, celana pendek hitam, celana panjang dengan warna hitam dan kuning, serta satu bak mandi berwarna hijau. Barang-barang ini dianggap relevan untuk mendalami kasus penganiayaan balita di Kediri.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa korban mengalami berbagai luka di tubuhnya, termasuk memar di bagian kepala, wajah, dada, perut, punggung, serta pinggang. Korban juga mengalami pendarahan yang mengakibatkan kematiannya.

Pihak kepolisian menetapkan tersangka dengan Pasal 80 ayat (3) dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 44 ayat (3) dari Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Tersangka diancam dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara atas perbuatannya yang sangat tragis ini.

➡️ Baca Juga: Puan Menyampaikan Duka Cita Terkait Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

➡️ Baca Juga: Purbaya: APBN Tidak Cukup untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Signifikan

Related Articles

Back to top button