Transformasi Ekonomi Berbasis Pengetahuan: Luhut Tekankan Sinergi Antara Akademik dan Industri

Jakarta – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) berpartisipasi dalam ‘China-Southeast Asia Forum on Higher Education and Industry Cooperation 2026’ yang diselenggarakan di Kampus United In Diversity (UID) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali.
Acara ini diinisiasi oleh Tsinghua Southeast Asia Center (Tsinghua SEA) bekerja sama dengan Tsinghua University, serta melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Forum ini bertujuan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Luhut Binsar Pandjaitan, selaku Ketua Dewan Ekonomi Nasional, menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor akademik dan industri untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis pengetahuan.
“Forum ini menjadi kesempatan untuk bertukar pandangan dan menyelaraskan ekosistem pendidikan tinggi dengan industri, pengembangan bakat, penelitian, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Luhut dalam pernyataannya pada Senin, 5 Oktober 2026.
Pada pembukaan forum utama, Prof. Qiu Yong, Chairman of the Tsinghua University Council, menegaskan komitmen lembaganya melalui strategi global yang terus berkembang dan beradaptasi.
“Tahun ini menandai dekade pertama peluncuran Strategi Global Tsinghua University. Di tahun 2016, kami memperkenalkan strategi global pertama yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan internasional dan membangun universitas berstandar dunia yang lebih terbuka dan terintegrasi,” jelas Qiu.
Dia juga menambahkan bahwa di era kecerdasan buatan (AI), peran perguruan tinggi menjadi semakin penting. Melalui Tsinghua SEA, pihaknya berharap dapat menghubungkan universitas, pemerintah, industri, dan masyarakat.
“Tujuan kami adalah untuk memfasilitasi aliran talenta, pengetahuan, dan inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan Indonesia dan Asia Tenggara secara langsung. Selain itu, forum ini diharapkan dapat menjadi platform kolaborasi jangka panjang,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden United In Diversity, Tantowi Yahya, menekankan bahwa acara ini menjadi momentum penting untuk memperingati sepuluh tahun kerja sama internasional Tsinghua University, di mana Indonesia berkontribusi signifikan dalam jumlah alumni.
Tantowi juga menyoroti berbagai program kolaborasi yang telah dilakukan dengan kementerian di Indonesia, termasuk Knowledge Innovation Technology Alliance (KITA) yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi AI untuk pemanfaatan yang lebih luas.
➡️ Baca Juga: Penutupan SPPG Sebagai Langkah Korektif, BGN Tingkatkan Pengawasan MBG Sekolah
➡️ Baca Juga: Persiapkan 5 Langkah Penting Ini untuk Menjaga Produktivitas Masa Depan Anda




