Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

Angkatan Laut AS Ingatkan Personel untuk Waspada dalam Menggunakan Media Sosial Saat Perang Iran

Angkatan Laut Amerika Serikat baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada seluruh pelautnya untuk lebih berhati-hati dalam mengelola perangkat elektronik, akun media sosial, dan informasi pribadi mereka. Peringatan ini dikeluarkan seiring dengan meningkatnya ancaman siber akibat ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran, yang dapat berdampak langsung pada anggota militer AS.

Dalam sebuah memo tertanggal 17 April, Sekretaris Angkatan Laut John Phelan menekankan adanya bahaya dari “aktor siber musuh” yang berusaha memengaruhi psikologis para pelaut serta keluarga mereka. Mereka berusaha untuk menarik perhatian pelaut dengan mengirimkan tautan dan file yang berpotensi berbahaya, yang dapat merugikan keamanan informasi.

Memo tersebut mengungkapkan bahwa dalam konteks Operasi EPIC FURY, aktor siber musuh aktif melakukan kampanye rekayasa sosial yang secara khusus menargetkan personel Departemen Angkatan Laut (DON) beserta keluarganya. Mereka menggunakan teknik spear phishing dan menjalin kontak melalui media sosial untuk mencapai tujuan mereka.

Angkatan Laut juga mengingatkan para pelaut agar lebih waspada terkait aplikasi kencan dan aplikasi lain yang mungkin meminta atau mendorong penggunaan dan pembagian informasi pribadi. Mereka perlu berhati-hati dalam meneliti identitas orang-orang asing yang berusaha menghubungi mereka dan mengatur akun media sosial mereka ke tingkat privasi yang maksimum.

Lebih lanjut, dinas tersebut mendorong para personel untuk menghapus informasi pribadi yang dapat diakses melalui mesin pencari seperti Google. Mereka juga disarankan untuk menonaktifkan fitur pelacakan lokasi, mikrofon, dan kamera pada aplikasi yang mereka gunakan di ponsel.

Pelaut juga dianjurkan untuk memperkuat keamanan akun mereka dengan membuat kata sandi yang lebih kompleks dan menerapkan autentikasi multi-faktor. Selain itu, mereka harus berhati-hati terhadap konten yang mereka unggah ke media sosial dan meminta teman serta keluarga untuk tidak membagikan informasi atau gambar yang dapat membahayakan privasi mereka.

Peringatan ini muncul setelah beberapa insiden siber yang menargetkan pasukan AS di wilayah Timur Tengah. Salah satu insiden melibatkan pesan yang diterima oleh pasukan pada bulan Maret, yang tampaknya merupakan panduan resmi dari Komando Siber AS. Pesan tersebut memperingatkan tentang pentingnya mematikan layanan lokasi, meskipun pihak komando menegaskan bahwa mereka tidak mengirimkan informasi tersebut.

Meskipun kebijakan Pentagon saat ini sudah membatasi aktivitas resmi anggota layanan di perangkat pribadi, pemberitahuan dari Angkatan Laut ini menambah langkah-langkah lebih lanjut dengan mendorong pelaut untuk mengurangi aktivitas online mereka.

Dalam memo tersebut, para pelaut juga diminta untuk menonaktifkan koneksi Bluetooth dan WiFi saat perangkat tidak digunakan, menghindari koneksi WiFi publik, dan secara rutin memperbarui aplikasi. Pembaruan ini penting karena sering kali mengatasi bug dan kerentanan yang dapat dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber.

Dengan meningkatnya ancaman siber dalam konteks media sosial dan perang Iran, langkah-langkah pencegahan yang diambil oleh Angkatan Laut AS menjadi semakin krusial. Keamanan informasi dan kesadaran akan potensi ancaman sangat penting bagi anggota militer dan keluarganya untuk menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan di dunia maya.

➡️ Baca Juga: Grup WA Orang Tua Pelaku Pelecehan Seksual FH UI Diduga Bocor, Permohonan Agar Anak Tak Di DO

➡️ Baca Juga: Analisis Pertandingan Olahraga: Strategi Pelatih Menghadapi Tekanan Laga Kompetitif Nasional

Related Articles

Back to top button