Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

AS Masih Menyelidiki Serangan Sekolah di Iran, Belum Ada Pengakuan Resmi

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengungkapkan bahwa pemerintah AS tengah melakukan penyelidikan terkait insiden serangan udara yang menargetkan sebuah sekolah dasar putri di bagian selatan Iran, yang dilaporkan telah merenggut nyawa 168 siswi.

“Saya hanya bisa mengatakan bahwa kami sedang melakukan penyelidikan,” ungkap Hegseth kepada para wartawan pada hari Rabu, saat ditanya mengenai pengeboman yang terjadi di Sekolah Perempuan Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Iran.

Ia menegaskan bahwa militer AS tidak pernah menargetkan lokasi-lokasi sipil dalam operasi mereka.

Sementara itu, pihak berwenang Iran mengklaim bahwa sekolah tersebut menjadi sasaran serangan yang dilakukan oleh gabungan pasukan AS dan Israel pada tanggal 28 Februari 2026.

Gubernur daerah setempat, Mohammad Radmehr, menyebutkan bahwa serangan tersebut terjadi saat para siswi sedang mengikuti pelajaran, yang menyebabkan kematian anak-anak perempuan berusia antara 7 hingga 12 tahun.

Bangunan sekolah tersebut mengalami kerusakan yang signifikan, dengan sebagian besar struktur hancur dan atap beton runtuh menimpa ruang kelas.

Media yang dikelola pemerintah Iran melaporkan bahwa insiden tersebut mengakibatkan 168 orang tewas dan sedikitnya 95 lainnya mengalami luka-luka.

Iran menuduh bahwa AS dan Israel bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, pihak militer Israel menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya serangan yang dilakukan oleh mereka maupun oleh AS di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada hari Senin menuduh Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa di kalangan siswi.

“Ini adalah liang kubur yang digali untuk lebih dari 160 gadis muda tak berdosa yang tewas dalam pengeboman sekolah dasar oleh Amerika dan Israel. Tubuh mereka hancur berkeping-keping. Inilah kenyataan dari ‘penyelamatan’ yang dijanjikan oleh Trump. Dari Gaza hingga Minab, orang-orang tak bersalah dibunuh dengan kejam,” tulis Araghchi di platform X, disertai foto-foto kuburan yang baru digali.

Pemerintah Teheran mendesak adanya tindakan dan solidaritas internasional setelah serangkaian serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, yang juga berdampak pada sejumlah rumah sakit dan sekolah, di tengah peluncuran rudal dan drone oleh Iran ke berbagai daerah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada hari Senin menegaskan bahwa kedua negara tersebut terus melancarkan serangan tanpa pandang bulu terhadap kawasan permukiman, mengabaikan rumah sakit, sekolah, fasilitas Bulan Sabit Merah, dan situs-situs budaya.

Sebelumnya, Israel telah membantah keterlibatannya dalam serangan mematikan selama konflik yang lain, namun pernyataan tersebut kemudian direvisi setelah adanya bukti yang lebih mendukung.

➡️ Baca Juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Menyebabkan Lonjakan Gula Darah

➡️ Baca Juga: Dugaan Malpraktik Operasi Angkat Rahim Tanpa Biopsi di Medan, Kemenkes Beri Tanggapan Resmi

Related Articles

Back to top button