Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
bisnis

Pertamina Hulu Energi Menargetkan Produksi Minyak 2026 Sebesar 595 Ribu Barel Per Hari

Jakarta – Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Edi Karyanto, mengungkapkan bahwa perusahaan menargetkan produksi minyak sebesar 595 ribu barel per hari pada tahun 2026.

Target ini menunjukkan peningkatan sebesar 38 ribu barel per hari dibandingkan dengan realisasi produksi minyak pada tahun 2025 yang tercatat sebesar 557 ribu barel per hari.

“Harapannya, kami dapat mencapai produksi di kisaran 595 ribu barel per hari,” ujar Edi, yang dikutip pada Jumat, 10 April 2026.

Edi merinci bahwa sekitar 404 ribu barel per hari dari target produksi 2026 akan berasal dari sumur-sumur dalam negeri. Sementara itu, 156 ribu barel per hari diharapkan diperoleh dari sumur-sumur PHE yang berada di luar negeri, dan 35 ribu barel per hari berasal dari hasil merger dan akuisisi.

Selain fokus pada produksi minyak, PHE juga menargetkan peningkatan produksi gas mencapai 2,81 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 2,44 BSCFD akan berasal dari dalam negeri, sementara 279 BSCFD akan diperoleh dari sumur PHE di luar negeri, serta 89 BSCFD dari hasil M&A.

Untuk dapat mencapai target yang ambisius ini, Edi menyatakan bahwa Pertamina menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, terutama terkait dengan laju penurunan produksi (decline rate) dari sumur-sumur yang ada, yakni sebesar 24 persen untuk sumur minyak dan 21 persen untuk sumur gas.

“Memang kami menyadari bahwa laju penurunan dari produksi yang ada cukup signifikan karena banyaknya lapangan yang merupakan lapangan tua,” jelas Edi.

Oleh karena itu, Edi menegaskan bahwa Pertamina akan fokus pada revitalisasi aset yang sudah ada, melakukan program pengembangan, serta menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan hasil produksi.

Lebih jauh, Pertamina juga berencana untuk memperluas sumber daya dengan melakukan 16 pengeboran eksplorasi, survei seismik, pengembangan migas nonkonvensional (MNK), serta kegiatan merger dan akuisisi. Di samping itu, program lain yang akan diimplementasikan adalah optimasi aset dan aspek fiskal, termasuk penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

“Jika semua rencana ini dapat terlaksana dengan baik, kami optimis target produksi akan tercapai,” tuturnya.

Sepanjang tahun 2025, PHE berhasil mencatatkan total produksi minyak dan gas bumi yang mencapai 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). Dari jumlah itu, produksi minyak mencapai 557 ribu barel per hari (MBOPD), dan gas bumi sebesar 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).

Pada tahun tersebut, PHE berhasil melaksanakan pengeboran eksploitasi sebanyak 886 sumur, melakukan workover pada 1.288 sumur, dan melaksanakan kegiatan well service sebanyak 37.259 kali. Dalam upaya eksplorasi, PHE juga melakukan survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer dan survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi, serta mengebor 20 sumur untuk memastikan keberlanjutan cadangan migas.

➡️ Baca Juga: Vidi Aldiano Ungkap Pesan Terakhirnya Sebelum Menghembuskan Napas Terakhir

➡️ Baca Juga: Film Baru Bertema Transportasi Siap Tayang di Bioskop Nasional

Related Articles

Back to top button