Nasib Thom Haye Setelah Mendapat Kartu Merah di Pertandingan FIFA ASEAN Cup Melawan Malaysia

Jakarta – Nasib Thom Haye kini menjadi sorotan setelah ia harus absen pada pertandingan Timnas Indonesia melawan Bangladesh di laga ketiga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih John Herdman memberikan informasi mengenai keadaan gelandang berusia 31 tahun tersebut setelah insiden kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Malaysia.
Thom Haye mendapatkan kartu merah di menit ke-37 dalam pertandingan melawan Malaysia. Kejadian tersebut membuat tim Garuda terpaksa bertanding dengan hanya 10 pemain selama sisa waktu pertandingan, sebuah situasi yang tentunya sangat menantang.
Herdman menyatakan bahwa situasi ini cukup berat bagi Haye dari segi mental. Dia menganggap Haye sebagai pemain yang memiliki karakter emosional dan penuh semangat saat berada di lapangan, yang berkontribusi pada cara dia bermain.
“Thom adalah sosok yang sangat bersemangat dan emosional,” ungkap Herdman saat sesi latihan Timnas Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, pada Rabu lalu.
Meskipun demikian, Herdman bersikap membela keputusan Haye dalam situasi tersebut. Dia berpendapat bahwa pelanggaran yang dilakukan Haye merupakan langkah strategis untuk menghentikan serangan dari pihak Malaysia.
Dalam momen tersebut, Haye berusaha menghalangi pergerakan cepat dari pemain sayap Malaysia. Herdman menilai bahwa tindakan pelanggaran taktis adalah langkah yang diperlukan untuk mencegah lawan mendapatkan ruang yang lebih luas untuk menyerang.
“Tidak ada niat untuk melukai lawan. Itu adalah pelanggaran taktis semata,” tegas Herdman.
Pelatih asal Kanada itu juga menyoroti tayangan VAR yang menunjukkan insiden tersebut dalam gerakan lambat. Menurutnya, posisi kaki Haye terlihat sedikit terlalu tinggi, sehingga tampak lebih berbahaya saat ditayangkan ulang.
“Posisi kaki atau tindakan Haye memang sedikit terlalu tinggi. Ketika dilihat melalui VAR dengan gerakan lambat, hal itu selalu terlihat lebih buruk,” jelasnya.
Kartu merah yang diterima Haye menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Indonesia saat menghadapi Malaysia. Bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama, lini pertahanan skuad Garuda harus bekerja ekstra keras untuk menghadapi tekanan dari lawan.
Untungnya, Indonesia berhasil mempertahankan skor imbang 0-0 hingga akhir pertandingan. Maarten Paes dan rekan-rekannya menunjukkan performa solid dengan menjaga gawang tetap aman dari kebobolan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini membuat persaingan di Grup A semakin ketat. Indonesia kini mengumpulkan empat poin, sama dengan Malaysia yang saat ini menduduki posisi teratas klasemen, hanya unggul dalam selisih gol.
Dengan absennya Haye, Indonesia harus bersiap menghadapi Bangladesh pada laga terakhir grup tanpa salah satu gelandang kunci. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (1/10/2026), mulai pukul 19.30 WIB.
➡️ Baca Juga: Peserta Muktamar NU Sepakati Perubahan Mekanisme Pemilihan Ketua Umum PBNU
➡️ Baca Juga: Nikita Mirzani Menang Banding Gugatan PMH Terhadap Reza Gladys, Simak Alasan Perubahan Putusan




