Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

Pejabat Iran Tantang AS untuk Menghadapi Tentara Amerika di Tanah Kami!

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dalam pernyataannya pada Minggu, 29 Maret 2026, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat, meskipun secara publik mengklaim mendukung penyelesaian konflik melalui dialog. Pernyataan ini disampaikan setelah kedatangan sebuah kapal perang AS yang membawa sekitar 3.500 tentara ke wilayah Timur Tengah.

Pernyataan Ghalibaf muncul di tengah intensitas serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan AS dan Israel terhadap Iran selama lebih dari sebulan, serta saat sejumlah negara di kawasan melakukan pertemuan di Pakistan untuk membahas situasi ini.

Konflik antara Iran dan AS telah berkembang menjadi ketegangan regional yang signifikan, terutama setelah Iran membalas serangan dengan langkah-langkah agresif terhadap negara-negara Teluk dan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Tindakan ini tidak hanya memicu gejolak di pasar energi global, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak ekonomi yang lebih luas di seluruh dunia.

“Musuh kita secara terbuka mengirimkan sinyal untuk berdialog, tetapi di balik layar, mereka sedang mempersiapkan serangan darat,” ujar Ghalibaf dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh kantor berita IRNA.

Ia menegaskan bahwa tentara Iran siap menyambut kedatangan tentara Amerika di wilayah mereka, dengan tujuan untuk memberikan balasan yang tegas terhadap keberadaan dan dukungan sekutu regional AS.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump telah beberapa kali menyebutkan adanya upaya diplomatik dengan Iran, meskipun klaim tersebut dengan tegas dibantah oleh pihak Teheran.

Dalam konteks ini, Pakistan berperan sebagai mediator antara Washington dan Teheran, menggelar pertemuan menteri luar negeri dari Arab Saudi, Turki, dan Mesir di Islamabad untuk membahas krisis yang sedang berlangsung.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyampaikan bahwa para diplomat sedang mencari cara untuk “mengakhiri perang secara cepat dan permanen.” Ia juga menyebutkan adanya konsensus untuk menjadikan Islamabad sebagai fasilitator dalam pembicaraan damai tersebut.

Dar menambahkan bahwa Iran dan AS telah menunjukkan kepercayaan kepada Pakistan untuk memfasilitasi dialog. Ia juga mengungkapkan bahwa telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, serta Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, yang mendukung upaya diplomasi tersebut.

Walaupun ada upaya di jalur diplomasi, laporan terbaru menunjukkan bahwa AS juga meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut.

Kapal serbu amfibi USS Tripoli, yang membawa sekitar 3.500 Marinir dan pelaut, tiba di Timur Tengah pada hari Jumat.

Menurut laporan dari The Washington Post, Pentagon telah menyiapkan rencana untuk operasi darat selama beberapa minggu terakhir. Rencana tersebut termasuk kemungkinan tindakan di sekitar Selat Hormuz, meskipun Presiden Trump belum memberikan persetujuan untuk pengerahan pasukan tersebut.

➡️ Baca Juga: Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS, Transportasi Jadi Sorotan

➡️ Baca Juga: Rodri Resmi Bergabung dengan Barcelona, Real Madrid dan PSG Kehilangan Kesempatan di Bursa Transfer Eropa

Related Articles

Back to top button