Kapolri Suyudi Dikenal Sebagai Figur Berpengaruh, Bukan Hanya Polisi Kaleng-kaleng

Kapolri, Jenderal Suyudi Ario Seto bukan hanya dikenal sebagai sosok yang bukan sekadar polisi biasa, tetapi juga mendapatkan julukan polisi debus. Hal ini terbukti ketika sebuah video yang menampilkan aksinya membengkokkan golok kembali viral di media sosial, menarik perhatian publik dengan keahlian uniknya.
Sebelumnya, saat resmi dilantik sebagai Kapolri pada Kamis, 1 Oktober, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyebut Suyudi sebagai figur yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menekankan bahwa Suyudi adalah sosok yang memiliki integritas dan komitmen tinggi.
Habiburokhman, yang telah lama mengenal Suyudi, menjelaskan keyakinannya bahwa Suyudi adalah seorang perwira yang menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap baik institusi maupun masyarakat. Menurutnya, rekam jejak Suyudi menggambarkan seorang polisi sejati yang memiliki karakter kuat dan bukan polisi kaleng-kaleng.
Setelah pernyataan tersebut, video lama yang menunjukkan aksi debus Suyudi kembali viral. Dalam video itu, Suyudi terlihat melakukan aksinya ketika menjabat sebagai Kapolda Banten, menunjukkan kemampuannya yang jarang dimiliki oleh petinggi kepolisian.
Caption yang menyertai video tersebut menuliskan, “Intip aksi Suyudi Ario Seto, Kapolri baru yang jago debus!” Menarik perhatian banyak orang, video itu dengan cepat menyebar di berbagai platform sosial.
Dari pantauan media, dalam video tersebut Suyudi tampil di tengah lapangan dikelilingi oleh dua pesilat. Dengan mengenakan seragam Polri, Suyudi menunjukkan kemampuannya berlatih seni bela diri yang telah ia pelajari.
Suyudi tampak percaya diri saat membengkokkan golok menggunakan kepala bagian belakangnya, didukung oleh kedua tangannya. Aksi tersebut disambut meriah oleh penonton yang memberikan tepuk tangan, dengan latar musik daerah Banten yang mengiringi momen tersebut.
Ketika ditanya oleh media tentang kemampuannya beraksi seperti debus, Suyudi menjelaskan bahwa ia telah mempelajarinya. Ia menyatakan, “Ya kita belajarlah. Jadi orang Banten itu harus bisa bela diri, nah dan Polri terutama sebagai insan Bhayangkara kita harus belajar bela diri.”
Ia menambahkan bahwa aksinya ini bertujuan untuk memotivasi anggotanya agar lebih giat dalam belajar bela diri, guna menjaga diri sendiri dan mendukung citra institusi Polri di mata masyarakat.
Suyudi Ario Seto resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Momen pelantikan ini menandai harapan baru bagi kepolisian Indonesia di bawah kepemimpinannya.
Setelah dilantik, Suyudi memaparkan berbagai tujuan Polri ke depan, termasuk komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan publik yang optimal. Komitmen ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
➡️ Baca Juga: Benfica vs Chelsea di Piala Dunia Antarklub 2025: Prediksi Skor, Susunan Pemain, dan Head to Head
➡️ Baca Juga: Kebijakan Perpajakan Baru Diumumkan Pemerintah




