Genius Math League 2026 Umumkan 3 Finalis Jakarta Siap Bertanding di ICE BSD

Jakarta – Gelaran Genius Math League 2026 yang diselenggarakan oleh Sinar Mas dan TechConnect telah berhasil mengidentifikasi tiga talenta matematikawan yang siap bersaing di ajang bergengsi ini. Mereka berhasil melewati serangkaian tantangan dalam kualifikasi offline regional yang diadakan di Jakarta.
Ketiga finalis yang terpilih adalah Harrison Matthew Tanuwijaya, seorang siswa kelas 11 dari SMAK 3 Penabur Jakarta; Michael Magica Ang, siswa kelas 10 dari SMAK BPK Penabur Bandar Lampung; dan Mikhael Francis Wisanggeni, yang masih duduk di bangku SD di Sekolah Dian Harapan Global Bintaro.
Setelah menjalani kompetisi yang berlangsung di Universitas Prasetiya Mulya BSD, ketiga finalis ini berhasil menuju Grand Final Genius Math League (TGML) 2026. Kompetisi ini menguji kemampuan matematika, logika, ketelitian, serta kecepatan dalam mengambil keputusan.
Bagi Harrison, berhasil melaju ke Grand Final adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Ia menegaskan bahwa kompetisi ini memberikan tantangan yang melampaui sekadar kemampuan matematika, melainkan juga menguji konsentrasi dan ketelitian.
“Melangkah dari Regional Jakarta dan mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi di Grand Final adalah pengalaman yang sangat berarti bagi saya,” ungkap Harrison dalam pernyataannya pada Selasa, 22 September 2026.
Ia juga menyadari bahwa kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan matematis, tetapi juga kecepatan berpikir serta kemampuan untuk tetap fokus dalam situasi yang penuh tekanan.
“Saya ingin menjadikan pengalaman ini sebagai peluang untuk terus belajar dan memberikan performa terbaik di Grand Final,” tambahnya.
Ketiga finalis Jakarta memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman kompetisi yang beragam. Harrison datang dengan segudang pengalaman dari Olimpiade Sains Nasional tingkat kabupaten/kota, sedangkan Michael dan Mikhael memiliki rekam jejak yang kuat dalam berbagai lomba matematika.
Perbedaan pengalaman ini menjadi salah satu karakteristik menarik dari Genius Math League, yang menyatukan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dalam satu arena kompetisi yang menantang.
Michael menyatakan rasa syukur dan kebahagiaannya karena bisa melanjutkan perjalanan ke Grand Final. Ia meyakini bahwa tantangan dalam kompetisi ini tidak hanya mengharuskan peserta untuk berpikir cepat, tetapi juga membutuhkan ketelitian dalam menyelesaikan setiap soal.
“Saya merasa sangat bersyukur menjadi salah satu peserta yang berhasil lolos dari Regional Jakarta ke Grand Final. Menurut saya, Genius Math League memberikan tantangan yang unik karena kita harus mampu berpikir cepat sekaligus teliti dalam menghadapi soal-soal yang ada. Saya berharap bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik dan memberikan hasil terbaik di Grand Final,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Penutupan Bandara Radin Inten II Diperpanjang Hingga Pukul 18.00 WIB Akibat Erupsi Anak Krakatau
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Meningkatkan Kemampuan Membaca Arah Bola untuk Pemain Bertahan Profesional




