Wamendagri Bima Arya Soroti Peran Karakter dan Jejaring bagi Peserta Masadagri

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan betapa pentingnya karakter dan jejaring sebagai modal utama bagi peserta program Mahasiswa Magang Kementerian Dalam Negeri (Masadagri) Batch III. Hal ini sangat relevan mengingat mereka akan menjalani pengalaman magang di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang memerlukan lebih dari sekadar kemampuan akademis.
Menurut Bima, kesuksesan tidak hanya bergantung pada kecerdasan intelektual atau prestasi akademik, tetapi juga pada kemampuan membangun relasi dan memiliki karakter yang kuat. Dua aspek ini, menurutnya, merupakan kunci untuk mencapai keberhasilan di dunia profesional.
“Saya percaya dan telah mengalami bahwa kunci sukses bukan hanya terletak pada kecerdasan atau nilai akademik, melainkan pada dua hal yang sangat penting: pertama adalah jaringan pertemanan, dan kedua adalah karakter,” tegas Bima dalam sesi berbagi di Masadagri Batch III yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Kemendagri, Jakarta.
Sebanyak 65 peserta terpilih dari lebih dari 1.080 pendaftar memiliki peluang untuk memaksimalkan pengalaman magang mereka selama tiga bulan ke depan. Kesempatan ini tidak hanya untuk memahami praktik kerja di lingkungan birokrasi, tetapi juga untuk memperluas jaringan dan membangun hubungan dengan berbagai pihak di Kemendagri.
Bima menekankan bahwa kemampuan membangun relasi adalah salah satu faktor yang sangat menentukan perkembangan karir seseorang. Oleh karena itu, ia mendorong para peserta untuk aktif berinteraksi dengan berbagai elemen di Kemendagri, mulai dari direktur hingga analis kebijakan dan pimpinan.
“Target kalian adalah untuk bertemu dengan sebanyak mungkin orang dan membangun jaringan sebanyak mungkin selama di sini,” ujarnya.
Wakil Menteri juga mendorong peserta untuk memanfaatkan masa magang sebagai kesempatan untuk mengamati, berdialog, dan berdiskusi. Proses ini penting agar mereka dapat membandingkan pengetahuan yang dimiliki dengan realitas yang ada di lingkungan birokrasi.
“Orang yang mampu berdialektika adalah mereka yang akan menjadi pemenang dalam hidup,” tambah Bima dengan tegas.
Ia menjelaskan bahwa Kemendagri memiliki tanggung jawab besar dalam pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah, termasuk dalam urusan otonomi daerah, keuangan, dan politik. Melalui pengalaman langsung selama magang, peserta diharapkan bisa memahami cara kerja birokrasi dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Bima juga mendorong peserta untuk tidak ragu memberikan masukan jika mereka menemukan hal-hal yang perlu diperbaiki selama program berlangsung. Menurutnya, masukan dan perspektif dari para peserta bisa menjadi bahan evaluasi yang konstruktif bagi Kemendagri, sekaligus memperkaya pengalaman mereka selama berada di kementerian.
➡️ Baca Juga: 7 Makanan yang Bisa Atasi Migrain
➡️ Baca Juga: Refleksi Perjalanan Pemerintahan Prabowo dalam Pertemuan Sekjen Parpol menurut Sugiono




