Ruben Onsu: Video dengan Pria Asli atau Rekayasa? Pakar Telematika Sebut Sudah Diedit

Jakarta – Rekaman video panggilan antara Ruben Onsu dan seorang pria yang diunggah oleh Sarwendah telah memicu spekulasi mengenai keaslian isi video tersebut. Abimanyu Wachjoewidajat, seorang pakar telematika, menyoroti adanya tanda-tanda penyuntingan dalam video, khususnya pada bagian wajah yang tampak diburamkan. Meskipun terdapat editan, Abimanyu menekankan bahwa hal ini tidak langsung berarti rekaman tersebut adalah hasil rekayasa.
Abimanyu menjelaskan bahwa untuk menentukan apakah video itu asli atau telah mengalami manipulasi, diperlukan analisis yang lebih mendalam menggunakan teknik digital forensik. Penilaian tidak dapat hanya didasarkan pada tampilan video yang tersebar di media sosial.
“Ini menunjukkan bahwa video tersebut telah melalui proses pengeditan. Namun, editan ini tidak berarti bahwa video tersebut bersifat manipulatif. Proses penyuntingan ini menunjukkan adanya bagian wajah yang diblur,” ungkapnya, merujuk pada pernyataan yang disampaikan melalui platform Youtube.
Pernyataan ini semakin menambah sorotan di tengah ketegangan yang berkembang antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Sebelumnya, Sarwendah memposting beberapa video panggilan yang menunjukkan Ruben berbincang dengan seorang pria di akun Instagramnya.
Dalam penjelasannya, Sarwendah mengklaim bahwa informasi tersebut berasal dari seseorang bernama Artos.
“Artos mengungkapkan bahwa Ruben sering menggoda pacarnya dan menawarkan berbagai hal kepada pacarnya,” tulis Sarwendah di Instagram @sarwendah29.
Salah satu segmen dalam rekaman tersebut memperdengarkan Ruben yang menawarkan agar pria itu menemaninya.
“Eh, kamu temenin aku aja, kalau tidak, mau tidak? Jadilah penjaga hati, mau tidak? Jadilah penjaga hati,” ujar Ruben Onsu.
Video ini pun menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan warganet. Di tengah beragam reaksi yang muncul, keaslian dan konteks penuh dari rekaman tersebut menjadi pertanyaan besar.
Abimanyu juga mengamati bahwa bagian wajah yang diburamkan menandakan bahwa rekaman ini telah mengalami proses penyuntingan. Namun, ia membedakan antara editing untuk tujuan tertentu dan manipulasi yang dapat mengubah esensi dari video.
Pemburaman wajah, misalnya, bisa dilakukan untuk menyembunyikan identitas seseorang. Oleh karena itu, temuan ini tidak serta-merta dapat digunakan sebagai bukti bahwa percakapan dalam video tersebut telah direkayasa.
Untuk mengetahui apakah terdapat perubahan yang berpengaruh pada substansi rekaman, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap materi digital secara menyeluruh.
➡️ Baca Juga: Program Belajar Bahasa di Luar Negeri untuk Anak dan Remaja Usia 7-17 Tahun
➡️ Baca Juga: Pertarungan Mobil Listrik Rp700 Jutaan di Indonesia: Siapa yang Unggul?




