happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
lifestyle

14 Aplikasi dengan Risiko Tinggi bagi Anak di Luar Media Sosial yang Perlu Diketahui

Risiko yang ditimbulkan dari penggunaan aplikasi digital oleh anak-anak tidak hanya terbatas pada platform media sosial. Berbagai aplikasi yang digunakan untuk bermain game, menonton video, berkomunikasi, hingga berbelanja juga termasuk dalam kategori layanan yang diidentifikasi pemerintah sebagai memiliki profil risiko tinggi terhadap anak-anak.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap beragam Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) dari Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025. Regulasi ini bertujuan untuk mengatur penyelenggaraan sistem elektronik dalam rangka melindungi anak-anak dari potensi risiko yang ada di dunia digital.

Hasil evaluasi yang dilakukan hingga September 2026 menunjukkan adanya sejumlah platform yang dinyatakan memiliki profil risiko tinggi. Namun, penting untuk dicatat bahwa status ini tidak otomatis menunjukkan bahwa aplikasi tersebut berbahaya bagi semua pengguna. Ini lebih pada indikasi bahwa ada tingkat risiko yang perlu diperhatikan, khususnya dalam konteks perlindungan anak.

Menariknya, daftar aplikasi berisiko tinggi ini tidak hanya mencakup platform media sosial seperti yang sering kita dengar. Terdapat total 14 aplikasi atau layanan yang termasuk dalam kategori berisiko tinggi ini.

Beberapa di antara aplikasi tersebut adalah X, Pinterest, SnackVideo, YouTube, dan Discord. Platform-platform ini memiliki fitur yang memungkinkan komunikasi, berbagi konten, dan interaksi antar pengguna yang dapat membawa anak-anak berhadapan dengan berbagai jenis konten serta pengguna lain.

Namun, daftar ini juga mencakup beberapa aplikasi yang mungkin tidak langsung kita kenal sebagai media sosial.

Aplikasi belanja seperti Lazada dan Blibli juga tercantum dalam daftar tersebut. Selain itu, ada layanan hiburan seperti Vidio, aplikasi permainan seperti Hago, serta beberapa game populer seperti Valorant, Goddess of Victory: NIKKE, Age of Empires Mobile, Teamfight Tactics Mobile, dan Crossfire: Legends.

Di samping itu, Telegram sebagai aplikasi komunikasi dan Apple Podcasts sebagai platform untuk mengakses konten audio juga termasuk dalam kategori ini.

Keberadaan game dan layanan hiburan dalam pemetaan risiko ini menunjukkan bahwa perlindungan anak di dunia digital tidak hanya dapat dipandang dari sisi media sosial.

Game online, misalnya, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan pemain lain, menggunakan fitur komunikasi, serta mengakses sistem tertentu yang dapat mengandung risiko tersendiri. Hal ini juga berlaku untuk platform video dan layanan komunikasi yang menyediakan konten dari berbagai pengguna, di mana anak-anak bisa terpapar pada informasi dan interaksi yang tidak selalu aman.

➡️ Baca Juga: Dapatkan Uang Secara Online dengan Skill Editing Digital Tanpa Investasi Besar

➡️ Baca Juga: Bisnis Rumahan Dekorasi Balon Meriah untuk Ulang Tahun Anak yang Sukses

Related Articles

Back to top button