happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bisnis

Starbucks Tutup 250 Gerai Secara Mendadak, Apa Penyebabnya?

Starbucks kembali melakukan penyesuaian signifikan pada jaringan gerai mereka di wilayah Amerika Utara. Dalam langkah terbaru ini, perusahaan mengumumkan rencana untuk menutup 250 gerai di Amerika Serikat dan Kanada dalam waktu dekat. Ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan performa bisnis dan melanjutkan proses perbaikan yang telah dimulai.

Informasi mengenai penutupan gerai tersebut disampaikan oleh Chief Operating Officer Starbucks, Mike Grams, dalam sebuah surat yang dipublikasikan di blog resmi perusahaan serta dibagikan kepada seluruh karyawan pada hari Kamis lalu. Penutupan 250 gerai ini diperkirakan akan mengurangi total jumlah gerai Starbucks di kawasan tersebut sekitar satu persen.

Grams menjelaskan bahwa perusahaan telah melakukan evaluasi mendalam terhadap portofolio kedai kopi mereka di Amerika Utara. Dalam suratnya, ia menyatakan bahwa mereka mengidentifikasi lokasi-lokasi yang tidak mampu memberikan pengalaman yang diharapkan bagi pelanggan dan mitra. Selain itu, ada juga lokasi-lokasi yang dinilai tidak memiliki prospek untuk mencapai kinerja keuangan yang baik di masa depan, sebagaimana dilansir dari Yahoo Finance.

Saat ini, jumlah gerai Starbucks di Amerika Utara tercatat mencapai 18.371, menurun dari angka 18.734 yang terdaftar pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. Penutupan ini menunjukkan bahwa perusahaan sedang melakukan langkah-langkah untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang berubah.

Langkah penutupan gerai bukanlah hal baru bagi Starbucks. Hampir setahun yang lalu, perusahaan juga melakukan pemangkasan serupa, yang mengurangi sekitar satu persen dari total gerai mereka sebagai bagian dari upaya restrukturisasi bisnis.

Di tengah proses pengurangan jumlah gerai, Starbucks juga berupaya untuk memperbaiki dan memperindah lokasi-lokasi yang tetap beroperasi. Perusahaan mengumumkan bahwa mereka akan mempercepat program renovasi gerai di Amerika Serikat dan Kanada, dengan tujuan untuk menciptakan lebih banyak ruang duduk dan suasana kafe yang lebih segar dan modern.

Starbucks menargetkan setidaknya 1.500 gerai akan mendapatkan pembaruan atau renovasi hingga akhir tahun fiskal 2026. Rencana ini akan dilanjutkan dengan peningkatan lebih lanjut pada tahun fiskal 2027, menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi meskipun ada tantangan.

Langkah penutupan gerai serta renovasi ini diambil dalam konteks strategi pemulihan bisnis yang dijalankan oleh CEO Brian Niccol. Selain itu, Starbucks juga memperluas agenda bisnisnya dengan rencana untuk membuka pusat teknologi di Chennai, India, yang dijadwalkan akan beroperasi tahun depan.

Strategi yang diambil perusahaan ini muncul setelah mereka melaporkan kinerja yang lebih baik pada kuartal ketiga. Penjualan gerai yang sama, atau yang dikenal dengan istilah same-store sales, mengalami pertumbuhan sebesar 7,9 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan ekspektasi Wall Street yang hanya mencatat pertumbuhan sebesar 5,7 persen.

Dengan langkah-langkah yang diambil ini, Starbucks menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk tidak hanya bertahan di pasar yang kompetitif namun juga untuk terus tumbuh dan beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan.

➡️ Baca Juga: Kanwil BPN Jakarta dan PWNU DKI Teken MoU untuk Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf

➡️ Baca Juga: Manfaat Sarapan Pagi yang Wajib Anda Ketahui

Related Articles

Back to top button