Rocky Gerung Mengklaim Mobilnya Lebih Mahal dari Maung, Menarik Reaksi Netizen

Rocky Gerung, seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden, baru-baru ini menarik perhatian publik setelah video dirinya bersama mobil pikap hitam menjadi viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, Rocky mengklaim bahwa nilai mobilnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Maung, dan bahkan menegaskan bahwa ia tidak akan meminjamkannya kepada presiden jika diminta.
“Mobil ini lebih mahal daripada Maung. Jika presiden ingin meminjamnya, saya tidak akan memberikannya,” ungkap Rocky dalam video yang beredar, yang dikutip pada tanggal 17 Oktober 2026.
Dalam rekaman tersebut, mobil yang terlihat diduga merupakan tipe Toyota Hilux Double Cabin V. Pikap berwarna hitam ini menampilkan kabin ganda, bodi yang besar, serta desain yang membuatnya terlihat sangat gagah di jalan.
Perbincangan mengenai identitas mobil yang digunakan Rocky pun ramai di kalangan warganet. Namun, hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai varian mobil tersebut. Oleh karena itu, belum dapat dipastikan apakah kendaraan yang dimaksud benar-benar adalah Hilux 2.8 Double Cabin V 4×4 A/T.
Menurut informasi dari daftar harga yang dipublikasikan Toyota Astra Motor, Hilux Double Cabin 2.8 Diesel V 4×4 A/T memiliki harga sekitar Rp 574,2 juta di Jakarta. Angka tersebut menjadikannya salah satu kendaraan dengan harga tertinggi di kategori Hilux bermesin diesel yang tersedia di Indonesia.
Mobil ini dilengkapi dengan mesin diesel berkapasitas 2.800 cc, serta transmisi otomatis dan sistem penggerak empat roda. Konfigurasi tersebut dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional serta mampu digunakan di medan yang bervariasi.
Sementara itu, Maung adalah kendaraan yang diproduksi oleh PT Pindad dan digunakan sebagai kendaraan dinas oleh sejumlah pejabat pemerintahan. Kendaraan ini juga dikenal luas sebagai simbol Presiden Prabowo Subianto.
Meskipun Rocky mengklaim bahwa mobilnya lebih mahal, perbandingan harga antara keduanya belum bisa dipastikan tanpa mengetahui varian Maung yang dimaksud serta spesifikasi lengkap dari mobil miliknya.
Video tersebut memicu beragam reaksi dari pengguna media sosial. Beberapa warganet membahas mobil yang digunakan oleh Rocky, sementara yang lain mengeluarkan candaan hingga kritik yang berkonotasi politik.
Salah satu komentar yang muncul berbunyi, “Hilux tipe V di tempat saya hanya jadi angkot, saya hanya bisa tertawa melihatnya.”
Ada juga warganet lain yang menanggapi dengan menyatakan, “Di lokasi saya, Hilux dan Triton seperti itu digunakan untuk mengangkut sampel dan oli bekas,” tulis seorang pengguna.
Reaksi yang beragam ini menunjukkan bagaimana pernyataan Rocky bisa menjadi bahan perbincangan yang menarik di kalangan masyarakat. Apalagi, perbandingan antara mobil mahal dan kendaraan dinas seperti Maung menimbulkan pertanyaan tentang nilai dan simbolisme yang ada dalam dunia politik dan kendaraan.
Di tengah perdebatan yang muncul, penting untuk melihat lebih dalam mengenai konteks di balik pernyataan Rocky. Mobil bukan hanya sekadar alat transportasi, tetapi juga sering kali menjadi simbol status sosial dan kekuasaan. Dengan demikian, klaim bahwa mobilnya lebih mahal dari Maung bisa jadi mencerminkan lebih dari sekadar angka harga.
Dengan segala reaksi yang muncul, baik yang positif maupun negatif, dapat terlihat bahwa masyarakat sangat antusias dalam menanggapi isu-isu yang berhubungan dengan tokoh publik. Ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap gaya hidup dan pilihan kendaraan para pejabat bisa menjadi cerminan dari keinginan masyarakat untuk memahami lebih dalam tentang mereka yang memimpin.
Dalam hal ini, mobil yang digunakan Rocky, jika memang benar adalah Hilux, dapat dianggap sebagai pilihan yang sesuai dengan citra yang ingin ia bangun. Di sisi lain, Maung sebagai kendaraan dinas juga memiliki nilai tersendiri, terutama dalam konteks nasionalisme dan identitas lokal.
Kedua kendaraan tersebut, meskipun berbeda dalam segi harga dan penggunaan, masing-masing memiliki penggemar dan fungsi yang penting dalam konteksnya. Diskusi yang terjadi di media sosial hanya menambah warna pada perdebatan ini, menciptakan ruang bagi masyarakat untuk berdialog tentang hal-hal yang lebih besar dari sekadar kendaraan.
Dengan demikian, klaim Rocky mengenai mobilnya yang lebih mahal dari Maung membuka peluang untuk diskusi lebih lanjut mengenai nilai, simbolisme, dan realitas di balik pilihan kendaraan para tokoh publik. Seiring dengan berjalannya waktu, mungkin akan ada lebih banyak informasi yang terungkap mengenai kedua kendaraan ini, serta bagaimana mereka mencerminkan karakteristik pemiliknya.
➡️ Baca Juga: KPK Temukan Aliran Uang Bulanan ke Pemuda Pancasila dalam Kasus Rita Widyasari
➡️ Baca Juga: Pria di Jember Dilaporkan ke Polisi Setelah Klaim Bertemu Allah dan Dicium Nabi




