Polisi Selidiki Kasus Dugaan Keracunan Makanan di Restoran Korea Bandung

Polrestabes Bandung saat ini tengah menyelidiki laporan mengenai dugaan keracunan makanan yang dialami oleh lebih dari 200 orang setelah menikmati hidangan di restoran Korean BBQ, 88 Seoul, yang terletak di 23 Paskal, Kota Bandung, Jawa Barat.
AKBP Anton, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah memulai proses investigasi terkait kasus keracunan ini.
“Kami masih menjalankan penyelidikan,” ungkap Anton saat dihubungi di Bandung pada hari Kamis.
Menurut informasi yang diperoleh, tim kepolisian telah mengunjungi lokasi restoran untuk melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) serta berupaya mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi yang berkaitan dengan insiden ini.
“Kami telah mengunjungi tempat restoran tersebut,” jelasnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga menemui beberapa korban yang diduga mengalami keracunan untuk mendapatkan informasi lebih rinci mengenai kejadian tersebut.
“Kami juga mendatangi sejumlah korban yang diduga terpapar keracunan untuk mendalami peristiwa ini,” tambahnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Bandung juga telah melakukan penyelidikan mengenai kondisi kesehatan lingkungan di restoran 88 Seoul – 23 Paskal setelah munculnya laporan mengenai keracunan makanan.
Dewi Primasari, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bandung, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya beberapa aspek yang terkait dengan higiene dan sanitasi di restoran yang perlu diperbaiki.
“Secara umum, dari hasil pemeriksaan awal, masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan terkait higiene dan sanitasi oleh pihak restoran,” kata Dewi.
Dewi menjelaskan bahwa inspeksi kesehatan lingkungan meliputi berbagai aspek, mulai dari penataan lokasi, peralatan, bahan makanan, hingga penerapan prosedur operasional standar (SOP).
Ia menekankan pentingnya pemisahan antara bahan makanan segar dan bahan makanan kering, serta menjaga jarak dengan bahan kimia seperti cairan pembersih dan sabun pencuci piring.
“Pemisahan bahan makanan masih perlu diperbaiki. Selain itu, karena lokasi restoran yang terbatas, penataan ulang juga sangat diperlukan,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kota Bandung terus melakukan penelusuran dan pemantauan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat yang diduga mengalami keracunan, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan munculnya kasus ini.
➡️ Baca Juga: Volume Peti Kemas Meningkat Pesat, Dampak Signifikan Pasca Lebaran
➡️ Baca Juga: 10 Kesalahan Fatal dalam Dunia Pendidikan




