Permintaan Sektor Logistik Meningkat, AI Dukung Pertumbuhan Bisnis Teknologi di Indonesia

Jakarta – Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin menjadi fokus utama bagi pelaku industri dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional mereka. Hal ini membuka peluang yang signifikan bagi perusahaan teknologi, khususnya yang menawarkan solusi untuk membantu manajemen aset dan aktivitas operasional.
Salah satu contoh nyata dapat dilihat dari kinerja emiten teknologi PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF), pemilik merek GPS tracker Fox Logger. Perusahaan ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 16 persen secara tahunan pada kuartal III-2026, dengan total pendapatan melebihi Rp50 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan pendapatan pada kuartal III-2025, yang tercatat sebesar Rp45,30 miliar.
Dr. Alamsyah, Chief Executive Officer (CEO) PT Sumber Sinergi Makmur Tbk, menjelaskan bahwa pertumbuhan yang dicapai perusahaan itu terjadi meskipun terdapat sejumlah tantangan eksternal, termasuk penguatan nilai dolar Amerika Serikat dan kenaikan harga komponen elektronik di pasar global yang berdampak pada biaya produk.
Alamsyah menambahkan, “Pencapaian ini mencerminkan ketahanan kinerja perusahaan dalam menghadapi tantangan eksternal, terutama terkait dengan penguatan dolar AS serta lonjakan harga komponen elektronik yang mempengaruhi biaya produk,” ungkapnya dalam keterangan resmi pada tanggal 6 Oktober 2026.
Menurutnya, kenaikan pendapatan perusahaan sebagian besar didorong oleh permintaan dari pelanggan korporasi, khususnya di sektor logistik dan rental kendaraan.
Kedua sektor ini semakin membutuhkan efisiensi dalam biaya operasional dan pengoptimalan produktivitas armada. Kebutuhan ini menciptakan peluang besar untuk penerapan teknologi yang dapat membantu perusahaan dalam pengelolaan kendaraan secara lebih efisien.
“Walaupun kuartal III-2026 menghadirkan tantangan yang signifikan bagi kami, perusahaan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.
Alamsyah juga menekankan bahwa kebutuhan akan efisiensi dari pelanggan justru membuka peluang yang lebih besar bagi penggunaan teknologi dalam pengelolaan armada.
Industri logistik dan penyewaan kendaraan telah berkembang pesat selama lebih dari satu dekade, dengan kebutuhan pengelolaan armada yang semakin rumit. Fokus perusahaan kini tidak hanya pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada upaya menjaga profitabilitas melalui pengendalian biaya yang ketat.
“Saat ini, fokus mereka tidak hanya pada pertumbuhan, tetapi juga bagaimana menekan biaya operasional agar profitabilitas tetap terjaga. Kami percaya bahwa teknologi berperan semakin penting dalam memenuhi kebutuhan tersebut,” tutup Alamsyah.
➡️ Baca Juga: Rombongan Freeport Diserang di Tembagapura, Tiga Kendaraan Terkena Peluru
➡️ Baca Juga: Desember Santai: Rutinitas Gym untuk Mempertahankan Aktivitas Tubuh Anda




