AS Menjadi Tuan Rumah Negosiasi Antara Lebanon dan Israel Pekan Depan

Amerika Serikat akan menjadi penyelenggara untuk dialog langsung antara Lebanon dan Israel pada pekan depan. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Konfirmasi mengenai rencana tersebut disampaikan oleh seorang pejabat dari Departemen Luar Negeri AS kepada Anadolu.
“Kami dapat memastikan bahwa Departemen akan menyelenggarakan pertemuan pada pekan depan untuk membahas negosiasi gencatan senjata yang tengah berlangsung antara Israel dan Lebanon,” ujar pejabat tersebut, seperti yang dilaporkan pada Jumat, 10 April 2026.
Berdasarkan laporan media, delegasi dari AS akan dipimpin oleh Duta Besar untuk Lebanon, Michel Issa. Sementara itu, Israel akan diwakili oleh Duta Besarnya untuk Washington, Yechiel Leiter, dan Lebanon oleh Duta Besar Nada Hamadeh-Moawad.
Sebelumnya, Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa ide tentang gencatan senjata dengan Israel, yang diikuti oleh negosiasi langsung, mulai memperoleh dukungan positif di tingkat internasional.
Sejak Rabu, 8 April, militer Israel telah meningkatkan serangan udara di seluruh Lebanon, yang mengakibatkan sedikitnya 303 orang tewas dan 1.150 lainnya terluka, meskipun telah diumumkan gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran.
Sementara mediator dari Pakistan dan pihak Teheran mengklaim bahwa gencatan senjata tersebut mencakup Lebanon, Washington menyatakan hal yang berbeda, sementara Tel Aviv membantah klaim tersebut.
Serangan besar-besaran yang dilakukan oleh Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan 1.888 orang dan melukai 6.092 lainnya, menurut data dari Kementerian Kesehatan Lebanon.
Sumber: Anadolu
➡️ Baca Juga: Praperadilan Lee Kah Hin, Haris Azhar Bahas Persaingan Usaha Secara Mendalam
➡️ Baca Juga: Pratama Arhan Raih Prestasi sebagai Lulusan Pertama Udinus dengan Ijazah Blockchain




