1.400 Hektare Kawasan Hutan Kaltim Terbakar Sejak Agustus 2026, Dampak Lingkungan Signifikan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur menjadi isu serius yang terus menarik perhatian di tengah upaya pelestarian lingkungan. Selama periode Agustus hingga Oktober 2026, terjadi kebakaran di ribuan hektare lahan, termasuk kawasan hutan negara yang memiliki peran penting dalam produksi, konservasi, dan perlindungan ekosistem.
Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur melaporkan bahwa luas kawasan hutan yang terbakar mencapai 1.393,16 hektare dari tanggal 1 Agustus hingga 18 Oktober 2026. Angka ini mewakili sekitar 40,85 persen dari total luas area yang terbakar di provinsi tersebut.
“Rekapitulasi penanganan menunjukkan bahwa luasan kawasan hutan yang terbakar mencapai 40,85 persen dari total karhutla di Kaltim,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, Rusmadi, saat konferensi pers di Samarinda pada Selasa (20/10/2026).
Secara keseluruhan, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur telah mencapai total luas 3.410 hektare. Kebakaran yang terjadi sebagian besar berada di Areal Penggunaan Lain (APL) di luar kawasan hutan negara, dengan total luas mencapai 2.017,5 hektare atau sekitar 59,15 persen dari total karhutla yang terjadi.
“Meskipun kebakaran mayoritas terjadi di area APL, hal ini tetap memberikan tekanan signifikan pada kawasan hutan yang memerlukan upaya mitigasi yang terintegrasi,” ungkap Rusmadi.
Dari segi jenis kawasan, kebakaran telah melanda Hutan Produksi seluas 1.060,85 hektare dan Hutan Konservasi seluas 156,1 hektare. Selain itu, kebakaran juga terjadi di hutan lindung dengan luas 126,32 hektare, hutan produksi terbatas seluas 47,89 hektare, serta hutan produksi konversi seluas dua hektare.
“Hutan Produksi merupakan area yang paling rentan di dalam kawasan hutan negara, sehingga kami terus meningkatkan patroli untuk mencegah terjadinya kebakaran,” tambah Rusmadi.
Wilayah KPHP Berau Utara di Kabupaten Berau mencatat kebakaran hutan terparah dengan total luas 216,4 hektare. Diikuti oleh KPHP Manoor Bulatn di Kabupaten Kutai Barat yang mencatat kebakaran seluas 159 hektare. Sementara itu, kebakaran hutan konservasi di Tahura Bukit Soeharto di Kutai Kartanegara mencapai 150,3 hektare.
“Petugas di lapangan, bersama dengan KPHP Telake, tetap siaga untuk mengendalikan titik api yang sempat melanda 122,94 hektare Hutan Produksi,” jelas Rusmadi.
Di area APL, kebakaran terluas terjadi di wilayah kerja KPHP Damai, Kutai Barat, dengan luas kebakaran mencapai 385,9 hektare. Luas kawasan hutan yang terbakar ini setara dengan 0,017 persen dari total kawasan hutan di Kalimantan Timur yang mencapai 8,14 juta hektare.
➡️ Baca Juga: Kata Sule Mengenai Hubungan dengan Andre Taulany: Kami Tidak Selalu Bersama
➡️ Baca Juga: Pratama Arhan Raih Prestasi sebagai Lulusan Pertama Udinus dengan Ijazah Blockchain




