Rismon Tantang Roy Suryo dan Tim untuk Buktikan Klaim Ijazah Jokowi Palsu

Rismon Hasiholan Sianipar, seorang ahli digital forensik, mengajak semua pihak yang meragukan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo untuk membuktikan klaim mereka. Ia menantang mereka untuk menunjukkan bukti yang mendukung pernyataan tersebut.
“Janganlah menyembunyikan informasi. Mari kita buktikan bersama. Meskipun mungkin kalian akan dianggap sebagai pengkhianat, lebih baik mengungkapkan kebenaran daripada menyimpannya,” ujar Rismon setelah melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden pada hari Jumat, 13 Maret 2026.
Rismon menjelaskan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang cenderung menyembunyikan elemen-elemen penting dalam dokumen, termasuk watermark yang seharusnya ada.
“Keberadaan fitur-fitur dalam dokumen tersebut memang disembunyikan. Selalu ada pernyataan bahwa tidak terdapat emboss atau watermark. Namun, melalui berbagai metode yang telah saya lakukan, saya menemukan adanya fitur tersebut!” tandasnya dengan tegas.
Ia menyatakan kesiapan untuk menjelaskan metode analisis yang digunakannya secara terbuka di depan publik dan media, termasuk kepada Roy Suryo dan pihak lain yang masih meragukan hasil penelitiannya.
“Ayo kita undang wartawan untuk hadir. Saya akan menunjukkan metode saya, bagaimana pencahayaan yang tepat dengan sudut tertentu dapat menghilangkan warna tertentu yang memiliki nilai kromatik yang mirip dengan warna lain,” jelas Rismon.
“Sebagai contoh, stempel yang kami analisis tidak terlihat. Saya melakukan rekonstruksi pada stempel yang berwarna gelap. Ketika ditimpa dengan warna hitam, nilainya secara kromatik menjadi dekat. Dengan memutar dokumen di bawah pencahayaan tertentu, bagian tersebut bisa tampak hilang,” lanjutnya.
Rismon menegaskan bahwa ia lebih memilih untuk membuka dan mendemonstrasikan metode analisisnya secara transparan untuk meningkatkan pemahaman publik. Ia menegaskan kesiapannya untuk menerima kritik atau penilaian negatif, asalkan proses tersebut dilakukan dengan pendekatan ilmiah dan terbuka.
“Saya lebih baik tidak mendapatkan pujian, lebih baik dicemooh dan dianggap pengkhianat daripada tidak bisa tidur dengan tenang,” ungkapnya.
“Marilah kita sama-sama mendidik masyarakat. Saya lebih baik dicemooh dan dianggap pengkhianat daripada harus hidup dalam ketidakpastian. Oleh karena itu, bagi mereka yang meragukan, terutama Pak Roy Suryo dan Ibu Tifa, baik secara pribadi maupun publik, saya siap untuk mendemonstrasikan metode saya dengan cara yang adil, terbuka, dan bersumber terbuka,” tambahnya.
Sebelumnya, Rismon Sianipar telah menegaskan bahwa ijazah Presiden Joko Widodo adalah asli.
➡️ Baca Juga: Kemendikbud Luncurkan Program Digitalisasi AI
➡️ Baca Juga: Rekomendasi 5 Channel YouTube Edukasi Terbaik




