Putra Ferdy Sambo Menghentikan Pengendara di Jalur Mudik, Banyak yang Terkejut

Jakarta – Suasana di jalur padat arus mudik di Jalan Raya Arteri Daan Mogot, Jakarta Barat, menunjukkan pemandangan yang berbeda dari biasanya. Di tengah kesibukan lalu lintas, sekelompok Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) terlihat aktif berinteraksi dengan para pengguna jalan.
Kegiatan tersebut bukanlah penegakan hukum, melainkan pendekatan persuasif yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pengemudi ojek online (ojol) dan masyarakat yang melintas. Inisiatif ini merupakan bagian dari program “Mudik Aman” yang dilaksanakan menjelang arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriyah/2026.
Para Taruna dari angkatan 58, 59, dan 60 berperan aktif dalam memberikan penyuluhan mengenai keselamatan berlalu lintas. Upaya ini ditujukan untuk mengurangi angka kecelakaan yang sering meningkat pada saat mudik.
“Taruna Akademi Kepolisian memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara saat mudik dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas,” ujar Brigadir Kepala Taruna (BKT) Tribrata Putra Sambo pada Kamis, 19 Maret 2026.
Ia menekankan bahwa kesadaran berlalu lintas masih menjadi masalah yang sering diabaikan di tengah semangat mudik. Berbagai faktor, seperti kepadatan kendaraan, kelelahan pengemudi, dan kondisi jalan yang berubah-ubah, kerap menjadi penyebab meningkatnya kecelakaan.
“Dari hal-hal sederhana seperti penggunaan helm yang sesuai standar, menjaga jarak aman, hingga tidak memaksakan diri berkendara dalam keadaan lelah, kita bisa secara signifikan menurunkan risiko kecelakaan di jalan,” tambahnya.
Selain fokus pada keselamatan, para Taruna juga memperkenalkan layanan call center 110 dari kepolisian sebagai jalur cepat untuk pengaduan dan permintaan bantuan.
Brigadir Kepala Taruna (BKT) Andika Rizky Nugroho menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan layanan tersebut secara optimal, terutama dalam situasi darurat ketika berkendara.
“Banyak orang belum memanfaatkan layanan call center 110 saat menghadapi situasi darurat di jalan, seperti kecelakaan, tindak kriminal, atau gangguan keamanan lainnya. Oleh karena itu, sosialisasi tentang layanan ini sangat penting,” jelas Andika.
Menurutnya, pendekatan langsung di ruang publik seperti ini merupakan cara yang efektif untuk menjalin kedekatan antara polisi dan masyarakat.
“Dari interaksi ini, diharapkan dapat terjalin kepercayaan dan komunikasi yang lebih terbuka,” ujarnya.
Beberapa Taruna Akademi Kepolisian yang turut serta dalam kegiatan ini meliputi BKT Devan Efrain Hutabarat, BKT Tribrata Putra Sambo, BKT Andika Rizky Nugroho, BKT Daniel Damanik, BKT Haekal Husein, dan BKT Reinhart Josua.
➡️ Baca Juga: Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Terkait Tekanan Inflasi
➡️ Baca Juga: Simeone: Tim Kami Memiliki Kualitas Lebih Baik Dibandingkan Barcelona




