AS Berencana Mengambil Alih Kontrol Situs Nuklir Iran untuk Keamanan Global

Amerika Serikat sedang mempertimbangkan langkah drastis untuk sementara mengambil alih kendali beberapa fasilitas nuklir di Iran. Ini merupakan salah satu alternatif yang dipertimbangkan dalam upaya menangani program nuklir yang tengah berkembang di negara tersebut.
Menurut seorang sumber yang mengerti situasi ini, terdapat rencana kontinjensi untuk menduduki lokasi-lokasi tertentu secara sementara. Informasi ini disampaikan kepada media oleh situs berita AS yang mengabarkannya pada hari Minggu.
Opsi lain yang tengah dianalisis oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), bekerja sama dengan Israel, adalah potensi pelaksanaan operasi darat di Iran. Tujuannya adalah untuk merebut dan menghancurkan fasilitas nuklir yang dianggap krusial.
Jonathan Hackett, seorang mantan interogator dari United States Marine Corps, menekankan bahwa meskipun tindakan semacam ini tidak sering dilakukan sebelumnya, pelatihan untuk misi tersebut sudah ada. Dia menggambarkan bahwa kemampuan ini merupakan salah satu opsi yang dipertimbangkan, meski mungkin tidak banyak dibahas di media.
Sebagai seorang ahli dalam operasi khusus, Hackett menjelaskan bahwa unit-unit tersebut dilatih khusus untuk misi yang bertujuan mengamankan atau merusak bahan fisil, sentrifus, dan peralatan lain yang terkait dengan program senjata pemusnah massal.
Pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk beberapa lokasi di Teheran. Serangan ini menyebabkan kerusakan dan terdapat juga korban sipil. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta terhadap fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Dalam konteks ini, AS dan Israel awalnya mengklaim bahwa serangan yang bersifat “preemptive” itu diperlukan untuk mengatasi ancaman yang dianggap muncul dari program nuklir Iran. Namun, mereka juga segera menyatakan keinginan untuk melihat perubahan dalam kekuasaan di Iran.
➡️ Baca Juga: SE Larangan Diskriminasi Rekrutmen Terbit, Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Utarakan Tanggapannya
➡️ Baca Juga: Libur Panjang Iduladha, Penumpang Kereta Api Tembus 580.000 Orang, Okupansi Capai 111 Persen




