3 Hal Ini Bikin Investor Panik Usai The Fed Tahan Suku Bunga

— Paragraf 1 —
Jakarta, VIVA – Keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), menahan suku bunga acuan di level 3,5 persen sampai 3,75 persen di tengah memanasnya konflik Iran. Sikap kehati-hatian The Fed justru memicu kegelisahan di kalangan pelaku pasar.
— Paragraf 2 —
Ketua The Fed, Jerome Powell, berulang kali menekankan bahwa dampak perang Iran terhadap ekonomi masih sulit diprediksi. Saham-saham global anjlok dan terus tergerus hingga penutupan perdagangan Kamis, 19 Maret 2026.
— Paragraf 3 —
“The Fed seperti membeku. Kita berada dalam situasi di mana risiko meningkat ekstrem, dan pertanyaan utamanya adalah kapan Selat Hormuz dibuka kembali,” ucap Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union, Heather Long, dikutip dari CBS News pada Jumat, 20 Maret 2026.
— Paragraf 4 —
Sebagaimana diketahui, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dikirim melewati Selat Hormuz yang kini terganggu akibat konflik geopolitik. Kondisi ini memperparah ketidakpastian global, terutama terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
— Paragraf 6 —
Di samping ketidakpastian global, keputusan The Fed menahan suku bunga turut membuat investor resah. Berikut tiga alasan utama yang membuat investor semakin khawatir.
— Paragraf 7 —
1. The Fed Dianggap “Membeku” di Tengah Ketidakpastian
— Paragraf 8 —
Dalam konferensi pers, Powell menggunakan frasa “kami tidak tahu” sebanyak 14 kali dan kata “wait and see” sebanyak empat kali. Salah satunya, “Dampak ekonominya bisa lebih besar, bisa lebih kecil, bisa jauh lebih kecil atau jauh lebih besar. Kita tidak tahu sama sekali,” kata Powell.
— Paragraf 9 —
Menurut Kepala Ekonom EY-Parthenon, Gregory Daco, menilai The Fed sengaja tidak terburu-buru mengubah kebijakan di tengah situasi yang belum jelas. Ia menekankan, tanda tanya paling besar di tengah risiko ekonomi yang terus meningkat adalah kapan Selat Hormuz akan dibuka kembali.
— Paragraf 10 —
Sementara itu, Ekonom SGH Macro Advisors, Tim Duy, bahkan menyebut The Fed seperti “terjebak di tengah lampu sorot” akibat tekanan inflasi dan konflik geopolitik yang datang bersamaan. Di mana dalam ringkasan ekonomi terbaru, The Fed memproyeksi inflasi sedikit lebih tinggi pada akhir tahun ini.
— Paragraf 11 —
2. Peluang Pemangkasan Suku Bunga Makin Tipis
— Paragraf 12 —
Pernyataan Powell membuat pasar mulai meragukan peluang penurunan suku bunga tahun ini. Sebelumnya, investor memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga satu hingga dua kali.
➡️ Baca Juga: Dua Lapangan Padel di Jakarta dengan Sertifikat Laik Fungsi yang Perlu Diketahui
➡️ Baca Juga: BI Mengatasi Risiko Rupiah di Tengah Ekskalasi Konflik Timur Tengah, Ketahui Strateginya




