Indonesia Ajak Investor Rusia Berpartisipasi dalam Lelang Ratusan Blok Migas

Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Erani Yustika, mengungkapkan bahwa Indonesia telah membuka tawaran untuk ratusan blok minyak dan gas (migas) kepada investor asal Rusia. Tawaran ini ditujukan kepada pihak-pihak yang berminat untuk berpartisipasi dalam proses lelang yang sedang berlangsung.

“Kementerian ESDM menawarkan lebih dari seratus blok migas kepada para investor dari Rusia, jika mereka berminat untuk mengikuti proses lelang,” jelas Erani dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada hari Jumat, 4 September 2026.

Dia menambahkan bahwa sektor energi menjadi salah satu tema utama dalam diskusi kerjasama yang dijalin dengan Rusia. Tahun ini, Indonesia mendapatkan kehormatan sebagai tamu dalam Eastern Economic Forum (EEF) yang diselenggarakan di Vladivostok, Rusia.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto akan menjadi salah satu pembicara kunci.

“Yang paling mendasar dari pertemuan ini adalah penawaran blok migas. Nanti, Pak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan memberikan penjelasan yang lebih mendalam,” imbuhnya.

Diketahui bahwa Presiden Prabowo Subianto secara aktif mengundang perusahaan-perusahaan dari Rusia untuk berinvestasi dan turut serta dalam pengembangan 138 blok eksplorasi migas yang telah dibuka di Indonesia.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sedang dalam tahap pembahasan kerjasama dengan berbagai kelompok perusahaan Rusia untuk mengembangkan proyek-proyek baru di sektor energi, termasuk kilang dan terminal penyimpanan.

Presiden menjelaskan, Indonesia saat ini memiliki cadangan gas alam cair (LNG) yang cukup melimpah, sehingga dalam beberapa sektor, Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan gas dari Rusia. Namun, Indonesia tetap terbuka terhadap penggunaan teknologi asal Rusia dan kolaborasi dalam pengembangan proyek bersama.

Selain di bidang eksplorasi energi, Prabowo mencatat bahwa kerjasama antara Indonesia dan Rusia juga berkembang di sektor produksi pupuk serta pengolahan pertambangan.

Prabowo mengungkapkan bahwa telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan pupuk Indonesia dan salah satu konglomerat terbesar di Rusia untuk bersama-sama berinvestasi dalam proyek produksi pupuk berbasis gas di wilayah Timur Jauh Rusia.

➡️ Baca Juga: Syekh Ahmad Al Misry Menanggapi Tuduhan Pelecehan dengan Mengutip Alquran Surat Al Hujurat dan Al Ma’idah

➡️ Baca Juga: Penduduk Asli Digital Diberdayakan Menjadi Agen Keamanan Siber yang Handal

Exit mobile version