Waste4Change Tegaskan Keberlanjutan Harus Diwujudkan dalam Tindakan Nyata

Jakarta – Sebanyak 42 mitra dari Waste4Change mendapatkan penghargaan dalam acara Award4Change sebagai pengakuan atas kontribusi mereka dalam mempromosikan praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab selama tahun 2025. Acara ini berlangsung dalam sesi khusus di Indonesia Green Building Festival 2026 yang diadakan di Jakarta.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Award4Change memberikan 43 penghargaan kepada 42 organisasi dan instansi, di mana salah satu mitra berhasil meraih dua penghargaan untuk kontribusi yang berbeda.

Penghargaan dibagi dalam empat kategori utama. Kategori Pertama adalah Waste Management Improvement in Local Government, yang mengapresiasi peran pemerintah daerah dalam memperkuat sistem, kapasitas, dan infrastruktur pengelolaan sampah. Kategori kedua, Strategic Partnership & Innovation Award, berfokus pada kemitraan strategis, inovasi, ekonomi sirkular, serta pengembangan masyarakat.

Kategori ketiga, Hospitality & Residential Excellence Award, memberikan penghargaan kepada penerapan pengelolaan sampah yang konsisten di sektor perhotelan, lembaga pendidikan, dan lingkungan perumahan. Penghargaan ini ditujukan kepada organisasi yang mendorong praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di sektor korporasi, industri, gedung, dan kawasan komersial.

“Keberlanjutan saat ini tidak lagi bisa hanya sebatas komitmen. Organisasi dituntut untuk menunjukkan bagaimana komitmen itu diimplementasikan dalam sistem, investasi, dan dampak yang terukur. Melalui Award4Change, Waste4Change ingin menyoroti berbagai pihak yang telah mengambil langkah konkret dan membawa perubahan nyata dalam pengelolaan sampah,” ungkap Martinus D Adrian Manorek, CFO Waste4Change, dalam pernyataannya pada 8 September 2026.

Award4Change bukanlah sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah pengakuan atas berbagai upaya yang telah dilakukan oleh organisasi dan mitra dalam menciptakan perubahan melalui pengelolaan sampah. Penghargaan ini menekankan pencapaian, inovasi, dan kolaborasi yang dibangun bersama dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah.

“Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah telah bertransformasi dari sekadar fungsi pendukung menjadi bagian integral dari strategi organisasi. Kami berharap praktik baik yang diakui hari ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk mengambil langkah serupa dan mempercepat terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia,” tambah Martinus.

Kontribusi dari para penerima penghargaan mencakup konsistensi dalam pengelolaan sampah di berbagai lokasi, upaya pengurangan dan pengalihan sampah, pengembangan ekonomi sirkular, penerapan inovasi, hingga peningkatan kolaborasi antara sektor bisnis, pemerintah, dan masyarakat. Berkat kerja sama ini, sepanjang tahun 2025, sebanyak 38,62 juta kilogram sampah berhasil dikurangi melalui inisiatif kolaboratif yang mengarah ke Tempat Pemrosesan Akhir.

➡️ Baca Juga: Rupiah Melemah Akibat Sentimen Perang Timur Tengah dan Lonjakan Harga Minyak Global

➡️ Baca Juga: Rencana Efektif Menyiapkan Dana Darurat untuk Perbaikan Rumah Bocor

Exit mobile version