Kepolisian telah mengerahkan 90 personel gabungan untuk menjaga keamanan selama kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur akibat tembakan artileri. Insiden tersebut terjadi di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada hari Sabtu ini.
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Besar Polisi Wisnu Wardana, menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan 90 personel gabungan untuk mengamankan proses pemulangan jenazah prajurit TNI dari Lebanon. Pengamanan ini menjadi tanggung jawab utama dalam menjaga kelancaran kedatangan jenazah tersebut.
Tim pengamanan ini terdiri dari berbagai elemen, termasuk anggota Polri, Avsec, serta satuan TNI. Fokus utama pengamanan adalah pada jalur kedatangan rombongan jenazah prajurit yang tergabung dalam misi perdamaian PBB tersebut.
Pengamanan akan dilakukan di beberapa titik kritis, dimulai dari lokasi kedatangan hingga jalur yang dilalui menuju Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, serta di area upacara penghormatan di Terminal VVIP. “Jika Presiden hadir, pengamanan utama akan dilakukan oleh TNI, sementara kami hanya akan memberikan dukungan di beberapa titik,” tambahnya.
Wisnu menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.
Jenazah prajurit TNI akan dipulangkan dari Turki pada sore hari ini, dengan kedatangan dijadwalkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Ketiga jenazah tersebut akan diterbangkan menggunakan pesawat Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK 056 dari Istanbul, Turki, dan diperkirakan akan tiba pada pukul 17.35 WIB.
Setibanya di Indonesia, akan diselenggarakan upacara penyambutan dan persemayaman yang direncanakan akan dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Terminal 3 VVIP Bandara Soekarno-Hatta sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para prajurit.
Setelah upacara tersebut, jenazah akan diberangkatkan ke Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta untuk disemayamkan sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing prajurit.
Ketiga prajurit TNI yang gugur adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon. Mereka kehilangan nyawa akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu, 29 Maret 2026.
Pada hari Kamis, 2 April 2026, UNIFIL telah menggelar upacara penghormatan terakhir bagi ketiga prajurit tersebut. Upacara ini dipimpin langsung oleh Panglima Pasukan dan Kepala Misi UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, di Hanggar Angkatan Udara Lebanon di Beirut.
➡️ Baca Juga: Ibu Wulan Sukses Tingkatkan Usaha Kecil Menjadi Penopang Keluarga Bersama PNM
➡️ Baca Juga: Politik Ekonomi pasca-Pandemi di Asia: Analisis Kebijakan Pemulihan
